aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Having Sex dan Making Love, Ini Bedanya Menurut Psikolog

Tuesday, 20 August 2019 22:00:23 WIB | Yuriantin
Having Sex dan Making Love, Ini Bedanya Menurut Psikolog
Hubungan seksual yang ideal adalah yang dinikmati kedua belah pihak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Hubungan seksual yang ideal adalah yang dinikmati kedua belah pihak. Intimasi pun jadi kunci utama hubungan seksual yang ideal.

Lantas, bagaimana jika salah satu pihak hanya ingin melampiaskan hasrat seksualnya tanpa melibatkan intimasi?

Kuncinya, menurut psikolog Jovita Ferliana, adalah komunikasi. "Bicarakan dengan pasangan bahwa Anda ingin making love (melibatkan intimasi), tidak hanya sekadar having sex (melampiaskan hasrat)," ucapnya.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Dengan adanya komunikasi tersebut, pasangan telah berusaha membangun intimasi yang bisa mengarah ke tahap making love. Pasangan akan membaca tanda-tanda dari pasangan dan bercinta ketika keduanya merasa nyaman.

Berbeda dengan kegiatan having sex yang tidak melibatkan komunikasi. "Having sex itu tidak ada komunikasi, pasangan maunya langsung dipuaskan," tambahnya.

Tapi, kegiatan having sex tetap dibutuhkan dalam hubungan rumah tangga. Misalnya, tiba-tiba timbul hasrat seksual yang spontan ketika melakukan suatu kegiatan bersama.

Menurut Jovita, having sex dibutuhkan sebagai bumbu-bumbu dalam kehidupan rumah tangga. "Sebenarnya pada akhirnya, kegiatan having sex antara suami-istri itu akan berakhir pada proses making love juga karena adanya perasaan ingin saling membahagiakan pasangan," tutup psikolog yang praktik di rumah sakit Royal Taruma ini.

(yur)

Komentar