aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Belanja Bisa Bikin Stres Menghilang, Fakta atau Mitos?

Tuesday, 20 August 2019 21:00:23 WIB | aura.co.id
Belanja Bisa Bikin Stres Menghilang, Fakta atau Mitos?
Berbelanja saat stress juga hanya akan merusak kontrol diri para konsumen. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Jika Anda mengalami masalah atau stres karena pekerjaan menumpuk, atau mendadak bad mood, apa yang biasanya Anda lakukan? Belanja menjadi salah satu kegiatan yang kerap dilakukan para wanita saat merasa stres. Bahkan belanja disebut-sebut ampuh untuk menghilangkan stress dan dapat memperbaiki mood. Benarkah demikian?

Ternyata tidak. Sebuah riset menyebutkan, anggapan bahwa berbelanja dapat menghilangkan stress rupanya hanya isapan jempol. Sebaliknya, berbelanja untuk menghilangkan stres alias retail therapy justru hanya akan menambah stres. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Dalam riset yang dimuat di laman Journal of Consumer Research, disebutkan bahwa para penggila belanja yang membeli barang-barang mahal untuk menyenangkan hati saat mengalami masalah cenderung akan tetap mengalami stres. Kondisi ini berkebalikan dengan orang-orang yang justru menghindari berbelanja saat sedang stress. 

Riset ini menyebutkan, saat konsumen mengalami ancaman psikologis, lalu mencoba melampiaskan emosi mereka dengan cara berbelanja, stres yang mereka rasakan justru tidak akan berkurang. 

Para pembuat riset juga meyakini, berbelanja saat stress juga hanya akan merusak kontrol diri para konsumen. Anda juga perlu berhati-hati, karena pada saat stres, keinginan berbelanja secara impulsif akan semakin meningkat, sehingga Anda cenderung membeli benda-benda yang sebenarnya tidak diperlukan.

Saldo rekening yang menyusut atau tagihan kartu kredit kian menggunung tentu akan membuat stres tidak kunjung reda. 

AURA.CO.ID

Komentar