aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Beban Mental Wanita yang Mendapati Pasangannya Ternyata Biseksual

Sunday, 18 August 2019 06:00:25 WIB | Wida Kriswanti
Beban Mental Wanita yang Mendapati Pasangannya Ternyata Biseksual
Ini Beban Mental Wanita yang Mendapati Pasangannya Ternyata Biseksual (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mendapati pasangan yang dinikahi sekian lama ternyata seorang gaya atau biseksual mungkin merupakan kenyataan terpahit dalam sebuah pernikahan. Akibatnya, mereka akan merasakan beban mental yang begitu berat. 

Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria, mengungkap kemungkinan beban mental terberat adalah karena harus menahan sendiri. Karena seperti diketahui, hal ini bukanlah sesuatu yang umum terjadi dan tidak mudah untuk membagi cerita ini kepada orang lain.

Beban mental menjadi semakin besar ketika kemudian si wanita menyadari sepenuhnya bahwa perceraian adalah jalan terbaik. Tentu saja, jika terbukti benar pasangan seorang gay atau biseksual, maka hubungan lebih baik diakhiri untuk mencegah hal - hal yang tidak diinginkan, salah satunya risiko tertular penyakit tertentu.

"Bercerai, tentu ada proses yang harus dilalui. Dimulai dengan mengajukan gugatan cerai yang tentu harus disertai alasan jelas dan kuat. Menggugat cerai, berarti harus siap dengan pertanyaan 'kenapa', tidak hanya dari orang tua, tapi juga pihak pengadilan agama," papar Anggia Chrisanti. 

Karena bukan tidak mungkin, kehidupan pasangan ini bisa jadi sangat baik - baik saja. Harmonis tanpa terjadi kekerasan dan secara materi berkecukupan.

"Yang artinya, akan mengada - ada jika mengajukan gugatan cerai tanpa mengungkap alasan sesungguhnya," ujar Anggia Chrisanti. "Namun untuk mengungkap alasan sesungguhnya, sekali lagi, jelas tidak mudah," pungkasnya. 

(wida)

Komentar