aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Untung-Rugi Mulai Bekerja dan Punya Penghasilan di Usia Dini

Wednesday, 14 August 2019 23:34:17 WIB | Rizki Adis Abeba
Untung-Rugi Mulai Bekerja dan Punya Penghasilan di Usia Dini
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Jika rata-rata lamanya menempuh pendidikan sejak SD hingga lulus S-1 adalah 16 tahun dan usia anak masuk sekolah mulai 7 tahun, berarti usia yang dinilai siap masuk dunia kerja adalah 23 tahun.

Kenyataannya, entah karena akselerasi sekolah, tidak melanjutkan pendidikan tinggi, atau faktor lainnya, banyak orang memasuki dunia kerja sebelum usia 23 tahun, bahkan menjadi pegawai kantoran sebelum usia 20 tahun.

Menghasilkan uang sendiri di usia muda jelas menggiurkan. Tapi perlu diingat konsekuensinya. Apa saja untung dan ruginya bekerja di usia dini?

Untung

- Bekerja di usia lebih muda jelas membuat Anda mendapat lebih banyak pengalaman di dunia profesional ketimbang teman-teman seusia.

- Mampu memenuhi kebutuhan hidup dan membeli barang-barang yang diinginkan tanpa merepotkan orang tua, atau bahkan meringankan beban orang tua.

- Berhubung mencuri start, Anda bisa mencapai posisi jabatan lebih tinggi dan lebih cepat ketimbang teman sebaya. Ini membanggakan.

- Kesempatan "bertualang" dari satu bidang ke bidang pekerjaan lain terbuka lebar.

- Usia Anda sedang produktif-produktifnya, semangat kerja pun tinggi, sehingga diharapkan produktivitas Anda juga tinggi.

- Para pekerja muda biasanya lebih kreatif dan inovatif serta mengikuti perkembangan zaman. Industri kreatif biasanya lebih menyukai tenaga muda.

- Kantor yang diisi para pegawai muda biasanya suasananya hidup dan tidak monoton.

Rugi

- Lingkungan kerja yang diisi orang-orang yang lebih dewasa membuat Anda matang sebelum waktunya. Terkadang Anda dipaksa menghadapi situasi yang sebenarnya belum layak dihadapi orang seusia Anda.

- Tidak selalu terjadi, tapi banyak pekerja yang merasa pendapatnya diabaikan atau kurang didengar dalam setiap pengambilan keputusan, hanya karena usia lebih muda.

- Usia muda membuat emosi seseorang belum stabil. Ketika mengalami situasi sulit dalam bekerja, lebih menggunakan emosi ketimbang nalar.

- Para "kutu loncat"Ě yang suka bergonta-ganti pekerjaan pun biasanya mereka yang usianya muda. Hati-hati, jangan sampai dicap tidak loyal hingga di black-list perusahaan lantaran terlalu sering gonta-ganti pekerjaan.

- Meski banyak pengalaman berharga yang bisa didapat dari dunia kerja, di sisi lain Anda akan kehilangan sebagian masa remaja karena dihadapkan pada dunia kerja terlalu dini.

- Merasakan nikmatnya mencari uang di usia muda membuat banyak orang melupakan kelanjutan studi.

Komentar