aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

5 Alasan yang Biasanya Menjadi Pertimbangan Seseorang Memutuskan Jadi Freelancer

Wednesday, 14 August 2019 14:00:52 WIB | Rizki Adis Abeba
5 Alasan yang Biasanya Menjadi Pertimbangan Seseorang Memutuskan Jadi Freelancer
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak tamat kuliah pada 2007, Widya belum pernah sekalipun merasakan status sebagai karyawan. Tapi ia bukan pengangguran. Widya memilih bekerja sebagai freelancer atau pekerja lepas di sebuah perusahaan. Meski pendapatannya tak menentu, ia merasa itu sudah cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai freelancer senior, Widya bukan sekali dua kali ditawari menjadi pegawai tetap. Namun berbagai pertimbangan membuatnya menolak dan memilih terus menjadi freelancer.

Kisah Ajeng lain lagi. Pernah merasakan menjadi karyawan di sebuah perusahaan pertambangan, kini Ajeng mantap bekerja sebagai freelancer. Ia bisa menjadi penerjemah, interpreter, pengajar les privat, hingga buzzer jejaring sosial.

"Saya kesulitan mengikuti ritme kerja normal. Saya penderita insomnia, jadi sulit bangun pagi. Saya pikir daripada merugikan orang, lebih baik mencari pekerjaan dengan waktu yang fleksibel. Freelancer membuat saya tidak perlu bangun pagi. Pekerjaan bisa saya tuntaskan tengah malam bahkan hingga subuh," papar Ajeng.

Selain pengalaman yang dipaparkan Widya dan Ajeng, alasan-alasan berikut biasanya menjadi pertimbangan seseorang memutuskan menjadi freelancer:

1. Selain jam kerja yang fleksibel, para freelancer juga memiliki waktu libur yang fleksibel karena tidak terikat aturan bekerja lima hari seminggu.

2. Pekerjaan freelancer biasanya cukup spesifik dan memerlukan keahlian tertentu, karena itu honor yang diperoleh cukup besar. Bila karyawan membutuhkan waktu sebulan untuk mendapatkan nominal tertentu, para freelancer hanya butuh beberapa hari, bahkan hitungan jam.

3. Menjadi freelancer membuka peluang mendapatkan pengalaman berbeda-beda pada setiap pekerjaan, karena biasanya klien dan pekerjaan yang dihadapi berbeda. Cocok untuk mereka yang menyukai tantangan dan mudah bosan.

4. Tidak ada ikatan kontrak dan aturan jangka panjang yang harus dipenuhi para freelancer. Adapun aturan atau kontrak kerja biasanya hanya berlaku dalam waktu singkat (tertentu).

5. Memang butuh perjuangan untuk menjadi pekerja lepas dengan reputasi baik dan dikenal luas. Akan tetapi semakin baik reputasi seorang freelancer, akan semakin mudah pekerjaan datang, dan tentunya dengan harga tawar yang semakin tinggi.

Komentar