aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Attitude yang Harus Dimiliki Seorang Salesperson dalam Penjualan Produk

Tuesday, 30 July 2019 21:30:40 WIB | Rizki Adis Abeba
Attitude yang Harus Dimiliki Seorang Salesperson dalam Penjualan Produk
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dalam buku Anatomy of Selling yang ditulis Edwin Satyadi dan Hary Jap disebutkan, attitude adalah 'Big Word' yang terdiri atas banyak komponen. Komponen apa saja yang mempengaruhi attitude seorang salesperson atau tenaga penjual dalam penjualan produknya?

Belief (keyakinan): Seseorang harus memiliki keyakinan, memiliki kemampuan untuk menjual atau yakin produk yang dijualnya memang bagus. Tanpa keyakinan ini, jangan harap bisa menjadi penjual produk yang berhasil.

Commitment (komitmen): Seorang tenaga penjual harus memiliki komitmen tinggi pada bisnis yang digelutinya, meski dalam kondisi sulit.

Desire (keinginan): Seorang tenaga penjual harus memiliki keinginan kuat untuk mendapat hasil memuaskan dari penjualannya. Orang yang desire-nya lemah cenderung mudah menyerah.

Ability to fail (berani gagal): Dalam dunia penjualan, seseorang harus berani mengambil risiko demi keuntungan lebih besar. Namun tentu saja, harus dipertimbangkan masak-masak kekurangan dan kelebihannya.

Persistent goals (tujuan yang tetap): Ibarat sebuah mercusuar yang berada di tempat yang sama terus-menerus, seorang penjual harus memiliki tujuan yang pasti dan tidak mengubahnya sebelum terwujud.

Self motivation (motivasi diri): Motivasi dari luar penting, namun motivasi dari dalam diri tak kalah penting. Jika hanya mengandalkan motivasi luar, ibarat seseorang yang hanya minum suplemen vitamin tanpa makan makanan pokok.

Enthusiasm (antusiasme): Hal paling buruk dari seorang salesperson adalah ketika ia tak lagi memiliki antusiasme dalam menjual produknya.

Purpose (tujuan): Seorang salesperson harus punya tujuan yang jelas. Tanpa tujuan yang jelas, ia tak akan beranjak dari posisinya sekarang.

Self diccipline (kedisiplinan): Sebenarnya tidak hanya salesperson. Semua profesi butuh kedisiplinan yang tinggi. Seorang salesperson harus mendisiplinkan diri dengan target dan deadline yang dibuat.

Confident (percaya diri): Seorang salesperson harus memiliki dua jenis kepercayaan diri: percaya akan dirinya sendiri bahwa ia mampu menjual dan percaya atas produk yang dijual.

Creativity (kreativitas): Seorang penjual ulung akan memiliki berbagai macam cara dan ide brilian untuk menjual produknya. Kreativitas yang tinggi biasanya membuat penjualan sebuah produk bergairah.

Empathy (empati): Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada seorang penjual yang hanya peduli menjual produknya tanpa memedulikan kebutuhan klien.

Go to the extra mile (berapi-api): Energi ini dibutuhkan salesperson untuk meyakinkan si pembeli untuk memercayainya. Inilah “soul†yang dimaksud dalam penjualan.

Self improvement (perbaikan diri): Pasar berkembang, begitu pula dengan Anda. Harus melakukan perbaikan setiap waktu.

Time organization (pengaturan waktu): Salah satu hal yang menyebabkan kegagalan seorang salesperson, pengaturan waktu yang buruk.

Positive thinking (berpikir positif): Mengapa banyak salesperson yang kalah sebelum berperang? Karena mereka berpikir negatif. Kalau belum apa-apa sudah merasa akan gagal, ya, itulah yang akan terjadi.

Forward thinking (berpikir ke depan): Lihatlah peluang yang ada di depan. Kemampuan melihat peluang akan memberi hasil baik pada penjualan.

(riz / gur)

Komentar