aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sering Berdebat dengan Pasangan Pertanda Tidak Cocok? Belum Tentu!

Thursday, 11 July 2019 21:45:23 WIB | Agestia Jatilarasati
Sering Berdebat dengan Pasangan Pertanda Tidak Cocok? Belum Tentu!
Berdebat dengan pasangan hal yang wajar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Berdebat dengan pasangan hal yang wajar. Namun sering berdebat bisa membuat Anda berpikir bahwa pasangan bukanlah orang yang cocok untuk Anda. Tak heran, banyak pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan karena sering terjadi perdebatan.

Perdebatan lumrah

Psikolog klinis dari Universitas Negeri California, Ramani Durvasula, Ph.D mengatakan berdebat dengan pasangan tanda bahwa Anda peduli dengan hubungan itu. Bahkan jika Anda berdebat selama dua minggu berturut-turut normal.

Psikolog klinis sekaligus pendiri situs hubungan eHarmony, Dr. Neil Clark Warren menyebutkan alasan dalam sebuah hubungan rentan terjadi perdebatan. Menurutnya, pasangan terbentuk dari dua orang berbeda yang hidup di lingkungan yang berbeda sehingga akan memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi suatu hal.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

“Perdebatan itu lumrah terjadi. Bahkan, bagaimana cara para pasangan mengelola dan menyelesaikan konflik akan menentukan kekuatan hubungan mereka,” terang Dr. Neil. Namun terkadang ada pasangan yang tidak pernah berdebat atau memiliki konflik satu sama lain.

Ada dua kemungkinan yang terjadi, kata Dr. Neil. Pertama, ada satu orang yang mendominasi. Kedua, individu-individu dari hubungan itu mengabaikan masalah yang terjadi. “Jika salah satu pasangan mendominasi akan menyebabkan si pasangan yang tidak mendominasi akan cenderung menurut dan enggan untuk mengutarakan pendapat,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasangan yang mengabaikan masalah ditambahkan Dr. Neil akan membuat individu di dalam hubungan tersebut berpikir bahwa dengan berpura-pura meniadakan konflik maka hubungan mereka akan terlihat baik-baik saja.

“Tentu hal tersebut bukan menyelesaikan masalah melainkan hanya menyimpan masalah dan menunggunya sampai penuh dan meledak,” paparnya. Salah satu cara untuk mengetahui bahwa Anda siap untuk menikah adalah dengan memastikan bahwa Anda dan pasangan dapat mengelola konflik bersama.

Mengelola Konflik Menjadi Positif

Dalam sebuah konflik, Anda dan pasangan harus tetap memiliki rasa saling menghormati meski memiliki perbedaan pandangan. Utarakan apa yang menjadi poin dalam permasalahan. Dengarkan, jangan dipotong sebelum selesai bicara.

“Setiap individu memiliki hak untuk berpendapat. Sampaikanlah secara bergantian dan dengarkanlah apa yang menjadi poin dari argumentasi pasangan Anda. Intinya, kita semua perlu untuk didengarkan dan dimengerti oleh orang yang paling dicintai,” ia menyarankan. Selanjutnya, tunjukkan bahwa Anda siap dan bersedia untuk mencari jalan tengah.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Hal ini bisa dilakukan melalui bahasa tubuh seperti sikap mendengarkan dengan seksama dan menggunakan mimik wajah yang penuh perhatian. Setelah menggunakan bahasa tubuh, Anda bisa menggunakan kata-kata lembuh yang mendamaikan.

“Misalnya ‘Sekarang bagaimana saya harus bersikap dan bagaimana kamu harus bersikap agar kita tetap bersama?’. Kata-kata itu akan memberi sinyal bahwa setiap individu dalam suatu hubungan harus bersedia mencari jalan keluar alias berkompromi demi menyelesaikan konflik tersebut,” jelasnya.

Terakhir, tarik sebuah kesimpulan dari perdebatan itu. Anda dan pasangan harus saling memberi penghargaan satu sama lain atas proses penyelesaian konflik yang telah dilalui. Dengan begitu, hubungan Anda akan jauh lebih kuat.

“Penting tidak hanya untuk mencoba dan menyelesaikan konflik dengan hati-hati tetapi juga untuk menghargai pencapaian yang telah Anda dan pasangan lakukan. Dengan mengatakan kepada pasangan bahwa Anda menghargai bagaimana kalian menangani konflik dengan cara yang baik, maka hubungan kalian akan jauh lebih kuat dan romantis,” ia menuturkan.

(ages)

Komentar