aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Cara Berbagai Budaya Negara Mengekspresikan Ketidaksetujuan kepada Atasan

Friday, 14 June 2019 06:00:01 WIB | Tubagus Guritno
Cara Berbagai Budaya Negara Mengekspresikan Ketidaksetujuan kepada Atasan
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Mari kita lihat bagaimana budaya negara yang berbeda menyatakan ketidaksetujuan, khususnya dalam situasi bisnis.

Selalu ada cara untuk menunjukkan ketidaksetujuan tanpa mengecewakan  atasan. Aturan budaya dan tradisi mendikte bagaimana seseorang berperilaku dalam situasi tertentu yang menimbulkan reaksi berbeda-beda.

Seperti yang disampaikan JobStreet.com, situs informasi lowongan kerja terbesar di Indonesia dalam siaran pers yang dikirim ke tabloidbintang.com.

Orang Jepang: “Kami setuju”
Orang  Filipina: “Anda adalah bosnya”
Orang Cina: “Kami setuju dan tidak setuju dalam waktu bersamaan”
Orang Jerman: “Saya tidak setuju”
Orang Thailand: “Saya mendengar Anda/memahami Anda”
Orang Inggris: “Mari sepakat untuk tidak setuju”
Orang Amerika: “Anda pasti bercanda”
Orang Swedia: “Kami setuju jika semuanya setuju”

Budaya Barat lebih menyukai pendekatan langsung. Di sisi lain, orang Asia lebih memilih untuk menjaga harmoni, sehingga mengekspresikan ketidaksetujuan menjadi lebih sulit bagi mereka.

Komentar