aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Etika Memperkenalkan Kekasih Baru kepada Mantan Suami

Tuesday, 16 April 2019 22:45:26 WIB | Vallesca Souisa
Etika Memperkenalkan Kekasih Baru kepada Mantan Suami
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Selepas  bercerai dengan Gading Marten akhir Januari lalu,  Gisella Anatasia dikabarkan sudah punya tambatan hati baru.

Sejak  Maret, ibunda Gempita Nora Marten  beberapa kali tertangkap kamera akun gosip jalan bareng pebasket Wijaya Saputra—mantan kekasih Agnez Mo. Kenyataan ini menuai beragam komentar. Ada yang mendoakan Gisel berjodoh dengan Wijaya. Tak sedikit yang menganggap Gisel terlalu cepat move on.

“Kecewa banget lihatnya... Papa @gadiiing yang sabar, ya, Tuhan pasti kasih jodoh yang terbaik,” komentar seorang warganet di sebuah akun gosip, sebagaimana dikutip tabloidbintang.com pada 12 Maret 2019. 

Berita soal kedekatan Gisel dan Wijaya sampai di telinga Gading. Namanya figur publik, tindak tanduk mereka pasti menjadi sorotan. Mendengar mantan sedang dekat dengan orang lain, terlebih dari mulut orang, pastinya tidak mudah. Bagaimana sebaiknya kita memperkenalkan kekasih baru kepada mantan suami? Berikut etika memulai hubungan baru pascaperceraian, menurut para pakar cinta dan hubungan. 

“Apakah perceraian itu berakhir baik-baik atau tidak, pastinya tetap ada perasaan pahit, kecewa, sedih, jadi tetaplah saling menjaga perasaan. Tetaplah berusaha bersikap baik. Terlebih kalau ada anak di tengah perceraian itu,”  ungkap psikolog dan terapis dari West Bloomfield, AS,  Steven Spector, Ph.D.

Sebaiknya, jangan mendadak atau tiba-tiba membawa pasangan baru ke hadapan mantan Anda, apalagi anak Anda. Anda harus menjaga diri agar tetap dihargai, di mata anak khususnya. Jika memang pascaperceraian Anda bertemu orang baru yang dirasa klik dan bisa membuat Anda nyaman, langsung beri tahukan kepada mantan.

“Jangan biarkan mantan suami mengetahuinya dari teman atau dari anak. Mengetahui dari anak, bisa jadi lebih menyakitkan. Cobalah komunikasikan baik-baik, bahwa kini Anda berusaha melanjutkan kehidupan dan ada teman baru yang tengah dekat dengan Anda. Tanyakan, bagaimana keadaannya (mantan)?” 

Beda halnya, jika pernikahan berakhir tidak baik, sehingga tidak ada komunikasi yang baik atau bahkan tidak ada sama sekali. Meski demikian, cobalah tetap terbuka dan menginformasikan melalui keluarga mantan. Apakah nantinya dia bisa menerima atau tidak, yang penting Anda sudah beriktikad baik. 

Gading dan Gisel termasuk pasangan yang berpisah baik-baik dan menyelesaikan semuanya dengan dewasa. Berkomunikasi layaknya teman, Gading mengonfirmasi kabar kedekatan Gisel dengan Wijaya kepada Gisel langsung. Gisel menerima pertanyaan mantan suaminya dengan terbuka.

“Mas Gading bertanya, ‘Non (panggilan Gisel), lagi dekat, ya?” Gisel mengulang pertanyaan Gading kepadanya. “Aku bilang, aku baru mengeker-ngeker, Mas,” Gisel membeberkan responsnya. 

Dr. Terri Orbuch, penulis dan terapis keluarga dari AS, mengatakan mungkin awalnya mantan suami agak susah menerima dengan legawa. Berikan dia waktu untuk mencerna kabar ini, baru pertemukan kekasih baru Anda dengannya. Bagaimana pun mantan layak mengenalnya, karena siapa pun pria itu—bila serius—nantinya juga akan menjadi ayah anak Anda.

“Jika bisa membuat mantan suami dan kekasih baru Anda berteman akan lebih baik,” ucap Terri. 

Ini bukan tidak mungkin. Seperti seleb Hollywood  Bruce Willis dan Demi Moore misalnya. Setelah  bercerai dengan Bruce, Demi menikah dengan Ashton Kutcher (2005-2013).

Kita bisa melihat, bagaimana Demi menggandeng Ashton dan Bruce sekaligus ke beberapa gala premier film, bersama 3 anak perempuan dari pernikahannya dengan Bruce. Atau Ussy Sulistawaty dan Andhika Pratama yang berhubungan baik layaknya teman dengan mantan suami Ussy, Yusuf Sugianto.  

Jika ada yang menganggap, Gisel terlalu cepat move on, menurut Terri, tidak ada ketentuan kapan seharusnya seseorang kembali berkencan setelah bercerai.

“Pada dasarnya, kembali kepada kepribadian masing-masing. Kapan Anda siap  memercayai orang baru lagi, dalam kehidupan Anda?”  Yang terpenting, kapan pun Anda merasa siap berkencan lagi dan bertemu orang yang tepat, komunikasikan  dengan mantan pasangan. 

(val / gur)

Komentar