aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Romantis, Realitas, dan Rekonsiliasi: Agar Pernikahan Mencapai Cinta Sejati

Tuesday, 27 November 2018 01:30:56 WIB | TEMPO
Romantis, Realitas, dan Rekonsiliasi: Agar Pernikahan Mencapai Cinta Sejati
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Dua individu disatukan menjadi sebuah keluarga ketika mereka menikah. Dari sinilah sebuah kehidupan baru bermula. Jika nantinya pasangan suami istri tersebut memiliki anak, mereka akan menjadi sistem terkecil sekaligus terpenting dalam kehidupan.

Namun tak semua pasangan sukses menghadapi bahtera rumah tangga. Ada yang bertahan meski mungkin 'berdarah-darah' di dalam, ada pula yang memutuskan berpisah.

Psikolog dari Q Consulting, Rena Masri menjelaskan apa saja tahapan yang dilalui pasangan setelah mereka menikah. Rena Masri mengutip penjelasan tahapan perkembangan pernikahan dari seorang psikoterapis yang juga pelatih dan pendidik hubungan dan perkawinan, Dawn J. Lipthrott.

Setelah menikah, pasangan akan melalui tahap pertama, yakni fase romantis.

"Di sini pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu," kata Rena Masri.

Tahap berikut adalah realitas. Di sini kondisi emosional pasangan akan naik turun. Bahagia, kecewa, sampai stress datang silih berganti. Rena Masri mengatakan di fase ini pasangan mulai saling menyalahkan.

Mereka akan menumpahkan kekecewaan dan kemarahannya kepada pasangan, atau bisa juga memendam rapat-rapat hingga menjadi bom di kemudian hari. Fase ini menguji kesabaran satu sama lain dan kuncinya ada pada komunikasi di antara suami istri.

Setelah melihat dan merasakan perbedaan antara harapan dan kenyataan, masing-masing pasangan akan melakukan rekonsiliasi atau transformasi.

Suami dan istri sudah memahami bagaimana posisi dirinya dan pasangannya dalam pernikahan, pekerjaan, mengurus anak, dan lainnya.

"Mereka sudah lebih mengenal satu sama lain," kata Rena Masri.

Dalam fase rekonsiliasi atau transformasi, bisa terjadi dua kemungkinan. Pertama, menerima pasangan apa adanya dan menyadari tugas dan kewajiban masing-masing, atau kedua, memilih berpisah demi kebaikan bersama.

Apabila yang pertama terjadi, maka pernikahan itu akan sampai di tahap terakhir yakni cinta sejati. Pada tahap ini, pernikahan akan kembali dipenuhi dengan kemesraan, keintiman, dan kebahagiaan. Untuk mencapai tahap tersebut tentu saja dibutuhkan usaha dari masing-masing pasangan.

TEMPO.CO

Komentar