aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Cara Memulihkan Diri setelah Perceraian (1)

Tuesday, 20 November 2018 14:00:37 WIB | Vallesca Souisa
Cara Memulihkan Diri setelah Perceraian (1)
Cara Memulihkan Diri setelah Perceraian (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Setiap pasangan bercerai punya kisah berbeda. Kesulitan yang dihadapi menjelang dan setelah perceraian pun berbeda.

Lebih berat buat mereka yang bercerai setelah bertahun-tahun menikah dan punya anak, ketimbang pasangan yang baru satu dua tahun menikah tanpa anak.

Memberi diri waktu untuk berduka

Pertama, berikan diri Anda sendiri ruang dan waktu. Terapis pernikahan dan keluarga dari Santa Barbara, AS, Jennifer Freed, PhD, MFT mengibaratkan perceraian hampir sama dengan kematian.

“Ada rutinitas yang hilang, kebersamaan yang hilang, sehingga butuh waktu beradaptasi lagi. Seperti Anda butuh waktu untuk menjalin sebuah hubungan, Anda juga butuh waktu berduka, meratapi kehilangan (hubungan). Lepaskan kesedihan itu bertahap, sedikit demi sedikit. Namun Anda juga harus tahu batas waktu harus berhenti (berduka),” bilang Jennifer.

Menurut Vikki Stark, MSW, terapis keluarga dari Kanada, umumnya seseorang butuh waktu 2 tahun untuk pulih dari trauma perceraian.

“Satu tahun pertama adalah masa seseorang membenahi perasaannya. Berjuang mencari pertolongan atau menolong dirinya sendiri, lewat berbagai cara,” ungkap Vikki, yang juga menulis 3 buku tentang perceraian termasuk Runaway Husbands: The Abandoned Wife's Guide to Recovery and Renewal.

Membuat catatan harian

Kemudian curahkan rasa sedih, pergolakan batin dan emosi lewat tulisan. Anda bisa menulis apa saja dan dalam bentuk apa saja. Salah satunya catatan harian. Menurut Sharon Gilchrest O'Neil, terapis pernikahan dan keluarga dari New York, AS, menulis atau membuat catatan harian mampu menolong orang mengatasi stres atau trauma. Ini salah satu terapi yang diterapkan kepada kliennya yang berusaha memulihkan diri pascaperceraian. 

“Mereka yang menulis pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan dalam pernikahan umumnya menunjukkan adanya perbaikan suasana hati. Selain menulis pengalaman yang lalu, Anda bisa mencatat hari demi hari kegiatan Anda, selama proses pemulihan. Lihat betapa buruknya pernikahan Anda dulu, tapi lihat bagaimana kini Anda perlahan-lahan bangkit. Ini bisa menginspirasi, memotivasi diri Anda sendiri,” bilang Sharon. 

bersambung

(val / gur)

Komentar