aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat

Wednesday, 12 September 2018 09:00:23 WIB | Yuriantin
Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat
Bunga Mega mendirikan komunitas CeweQuat yang bertujuan memberdayakan perempuan. (dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Bunga Mega (35) mendirikan komunitas CeweQuat yang bertujuan memberdayakan perempuan. Ragam isu seputar dunia perempuan dibahas dalam komunitas. Mulai tahun ini, Bunga memilih fokus mengampanyekan kesehatan mental dan pentingnya support system atau sistem pendukung sosial. Tingginya angka kekerasan terhadap wanita di Indonesia salah satu pemicunya. 

Adapun metode kampanye yang dilakukan Bunga lewat CeweQuat adalah dengan mengadakan kopi darat mini bernama Tabletalk di beberapa kota. Konsepnya mirip sesi curhat dalam kelompok kecil dengan topik yang ditentukan. Contohnya, topik tentang caranya lepas dari hubungan yang toksik, yang baru diadakan akhir Agustus lalu. Acara ini dibuat para sukarelawan yang jadi fasilitator acara. Sebelumnya, sukarelawan menjalani pelatihan secara daring selama sebulan.

"Tabletalk dirancang menyenangkan seperti bermain. Tujuannya supaya orang-orang terbuka, tanpa perlu merasa seperti diinterogasi. Setelah mereka terbuka, kami akan bantu merunut masalah mereka, permulaannya seperti apa. Kalau mengalami gangguan mental apa yang harus mereka lakukan, bagaimana mencari bantuan? Selama mereka tidak menyadari masalah mereka, kondisi mereka akan terus berulang. Itu yang berusaha kami hentikan," paparnya.

Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat (Markuat / tabloidbintang.com)
Bunga Mega Ingin Memberdayakan Perempuan Indonesia Lewat Komunitas CeweQuat (Markuat / tabloidbintang.com)

Kini, Tabletalk telah diselenggarakan di 12 kota, salah satunya Kabupaten Melawi di Kalimantan Barat. Bunga berkeinginan menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah. Menurutnya, edukasi dan kesadaran tentang kedua isu ini masih rendah terutama di luar kota besar. "Kebanyakan komunitas dan gerakan masih berpusat di Jabodetabek. Akses informasi mereka yang berada di daerah lain terbatas. Sulit kalau kami cuma berharap mereka tahu, tanpa menjemput bola dengan tim sukarelawan di daerah sana," Bunga beralasan. 

Bersifat nirlaba, Bunga berharap nantinya CeweQuat bisa memiliki tim ahli berupa psikolog dan psikiater. Para sukarelawan juga diajak berkontribusi menjadi pengurus CeweQuat. "Semoga CeweQuat bisa jadi bagian dari para perempuan mengenal diri mereka sendiri dan juga menjadi bagian dari penyembuhan mereka. Berikutnya setelah sembuh, mereka akan berdaya," pungkasnya.  
 

(yuri/bin)

Komentar