aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ternyata Ini Sebabnya Orang yang Berbohong Kerap Mendadak Garuk - Garuk

Sunday, 1 July 2018 23:30:00 WIB | Agestia Jatilarasati
Ternyata Ini Sebabnya Orang yang Berbohong Kerap Mendadak Garuk - Garuk
Ternyata Ini Sebabnya Orang yang Berbohong Kerap Mendadak Garuk - Garuk (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sering merasa dibohongi oleh orang lain, namun Anda tidak bisa memastikannya? Tenang, ternyata ada cara untuk mendeteksi kebohongan hanya dengan melihat mimik wajah lawan bicara Anda. Bagaimana caranya?

Seorang agen FBI selama 30 tahun sekaligus penulis buku "How to Spot Lies Like the FBI", Mark Bouton memberi tahu bagaimana caranya mendeteksi kebohongan yang dapat diketahui dari mimik wajah. Sema ini ia menggunakan cara tertentu untuk membantu mengidentifikasi Timothy McVeigh sebagai tersangka pemboman Kota Oklahoma, Amerika Serikat. 

"Ada sejumlah ekspresi wajah dan reaksi terkai yang bisa menunjukkan seseorang berbohong kepada Anda. Beberapa disebabkan oleh kegugupan, dan reaksi fisik. Namun sebelum memulai investigasi, sebaiknya mengamati amatilah orang yang menjadi objek Anda bersikap. Itu bisa dimulai dengan obrolan ringan atau mengajukan pertanyaan yang tidak berbahaya untuk melihat bagaimana reaksi yang biasa ia keluarkan ketika ia jujur. Lalu jika dia menunjukkan beberapa indikator kebohongan, kamu bisa yakin bahwa dia mungkin berbohong," tukasnya. 

Lebih lanjut Mark Bouton menjabarkan 5 tanda bahwa seseorang berbohong kepada orang lain. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

1. Kedipan mata

"Mata tidak pernah berbohong", pepatah ini nampaknya benar karena menurut Mark, perasaan tidak nyaman akan tampak jelas lewat mata seseorang, salah satunya adalah lewat kedipan mata. "Seseorang biasanya berkedip sekitar lima atau enam kali per menit atau setiap 10 atau 12 detik sekali. Namun ketika stres misalnya ketika seseorang tahu dia berbohong, dia akan berkedip lebih banyak biasanya enam kali secara berurutan," terang Mark.

Namun Mark mengatakan pengecualian yakni bagi orang dengan beberapa riwayat penyakt seperti Parkinson dan Schizofrenia. Tingkat kedipan orang dengan riwayat penyakit tersebut akan lebih cepat dari orang biasanya.

2. Hitung berapa lama orang menutup mata

Biasanya orang akan berkedip dengan kecepatan 100 hingga 400 milidetik atau 0,10 hingga 0,40 detik per kedipan. Nah jika lawan bicara Anda menutup mata selama satu atau dua detik, ini mungkin menjadi tanda bahwa orang tersebut tengah berbohong kepada Anda. Menutup mata menurut Mark adalah sisitem mekanisme pertahanan alami dari tubuh manusia. oleh karenanya ketika seseorang merasa tidak nyaman, ia akan berkedip lebih lama dari biasanya.

3, Perhatikan arah bola mata

"Ketika Anda bertanya kepada orang yang normal, dalam artian bukan orang kidal tentang kejadian masa lalu, maka orang itu akan mengakses ingatannya tentang insiden itu dengan melihat ke arah depan. Namun jika dia melihat ke atas dan ke kanan, maka dia bukan mengakses ingatan masa lalu melainkan mengakses imajinasinya untuk menciptakan sebuah jawaban dari pertanyaan Anda," beri tahu Mark. Namun orang yang kidal biasanya memiliki reaksi yang berlawanan.

4. Perhatikan bibirnya

Menurut Mark, mulut seseorang akan kering ketika ia mengatakan sebuah kebohongan. "Maka dia mungkin akan melakukan gerakan mengisap atau mengerucutkan bibirnya untuk mengatasi bibir keringnya tersebut," tukas Mark.

5. Menggaruk wajah

Ketika seseorang menggaruk wajah saat Anda mengajukan pertanyaan maka bisa jadi itu adalah tanda bahwa ia sedang berbohong. Mark menjelaskan bahwa reaksi kimia pada wajah ketika seseorang hendak berbohong akan menyebabkan wajah seseorang menjadi gatal hingga mereka akan menggaruknya. 

(ges / wida)

Komentar