aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak (bagian 2 - habis)

Saturday, 10 February 2018 11:00:30 WIB | Rizki Adis Abeba
Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak (bagian 2 - habis)
Tidak Perlu Berkompetisi dalam Mengasuh Anak (bagian 2 - habis) (dok. Momtastic)

TABLOIDBINTANG.COM - Dengan tujuan membandingkan atau membuktikan diri lebih baik, mompetitor kerap meluncurkan kalimat dan pertanyaan yang sukses membuat ibu-ibu lainnya galau.

Pertanyaan mereka sederhana tapi menohok dan membuat orang berpikir, apa iya saya salah mengasuh anak? Apa benar anak saya lebih buruk daripada anak lain? Padahal kita semua tahu, menjadi orang tua bukanlah kompetisi. Lantas mengapa harus menjadi mompetitor?

Mengingatkan

Mompetitor sering kali tidak bermaksud menyakiti, hanya saja tidak menyadari apa yang dikatakan memengaruhi suasana hati orang lain. “Mereka harus diingatkan, apa yang mereka katakan mungkin menyakiti orang lain,” saran McClure.

Jangan Terpengaruh Media Sosial

Bentengi diri Anda terhadap apa yang Anda lihat di media sosial.

“Pikirkan soal sifat alami medsos. Orang, terutama para mompetitor, tidak akan mengunggah sesuatu yang negatif tentang anak mereka, jadi ingatlah bahwa ada sisi lain di balik kehidupan di medsos yang tidak Anda lihat. Jika ada mompetitor yang terus membuat Anda merasa tidak nyaman, tidak usah mengikuti atau membuka akun medsosnya, semudah itu,” bilang McClure.

Percayalah kepada Anak

Sesungguhnya yang tahu apakah yang Anda lakukan sudah benar, ya Anda dan anak. Yakinlah pada intuisi Anda dan perkuat dengan pendapat anak, terutama jika anak sudah bisa diajak berkomunikasi.

“Mintalah anak berpendapat dan mengutarakan pengalaman mereka, apa saja hal yang menyenangkan dan tidak dalam kehidupan mereka. Dengan cara ini, Anda bisa mengevaluasi hal apa yang bisa terus dilakukan dan apa yang harus diubah dari gaya asuh Anda,” pungkas McClure.

selesai

(riz /gur)

Komentar