aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Krisdayanti Mengirim Kehangatan kepada Anak lewat Sentuhan Fisik

Saturday, 11 November 2017 05:30:53 WIB | Wayan Diananto
Krisdayanti Mengirim Kehangatan kepada Anak lewat Sentuhan Fisik
Krisdayanti Mengirim Kehangatan kepada Anak lewat Sentuhan Fisik (dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Saat teknologi menawarkan layar sentuh, para ibu menjalin komunikasi dengan buah hati lewat fitur video call. Fitur itu memungkinkan ibu menatap wajah si kecil meski jarak memisahkan.

Teknologi ini kerap melenakan orang tua. Layar sentuh membuat para ibu lupa akan pentingnya sentuhan fisik. Sebagai ibu empat anak, Krisdayanti (42) telah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengganti sentuhan fisik dengan kecanggihan teknologi. 

Itu terbukti saat putrinya, Ariannha Amora Lemos (6), menangis di depan umum, pemilik album Cahaya tak lantas memarahi atau menyebut anaknya cengeng. KD, demikian ia disapa, menutup bibir mungil putrinya lalu mengusap-usap lembut punggungnya.

Saat si kecil mengambek lalu menangis, kadang ia tak mau dipeluk. Mengusap punggung si kecil adalah cara lain untuk memeluk.

“Sentuhan fisik di punggung itu untuk menenangkannya,” beri tahu KD.

Setelah mengusap punggung, ia memberi ruang dan waktu bagi Amora untuk meluapkan emosi. Lalu pelantun “Mencintaimu” menatap mata Amora dengan senyum kemudian menggandeng tangannya.

Krisdayanti Mengirim Kehangatan kepada Anak lewat Sentuhan Fisik (dok. Instagram)
Krisdayanti Mengirim Kehangatan kepada Anak lewat Sentuhan Fisik (dok. Instagram)

Lagi-lagi, sentuhan fisiklah yang diberikan. Sambil menggandeng, KD menanyakan mengapa tadi menangis. Apa pun jawaban Amora akan didengar KD. Yang penting, Amora mendapat kesempatan menyampaikan unek-unek.

“Anak-anak lebih senang dipeluk. Saya tidak mau menjadi mommy shark. Saat anak-anak bereaksi atau bersikap tidak seperti yang saya harapkan, saya tidak akan mengeluarkan taring seraya memperlihatkan amarah. Anak-anak tidak menginginkan ibu yang seperti itu. (Saya percaya) lewat sentuhan fisik, ibu mengirim kehangatan untuk anak. Di sisi lain, anak merasa tidak ditinggalkan,” imbuh istri Raul Lemos di Jakarta Pusat, pekan lalu.

Sentuhan fisik adalah jurus KD untuk mengimbangi kegiatan anak-anak yang sangat padat. Amora (yang baru kelas 1 SD) pulang sekolah jam 14:30. Senin dan Kamis, ia kursus matematika serta bahasa Inggris. Sabtu, les piano dan berenang. Itu belum termasuk kegiatan tambahan seperti les mengaji. Beruntung, Amora ulet. Keinginan belajar dan rasa ingin tahunya besar. 

(wyn / gur)

Komentar