aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Batas dalam Memberi Sentuhan Fisik untuk Anak

Saturday, 11 November 2017 13:00:31 WIB | Yuriantin
Batas dalam Memberi Sentuhan Fisik untuk Anak
Batas dalam Memberi Sentuhan Fisik untuk Anak (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Juni lalu, mantan pesepak bola David Beckham dikritik karena mencium bibir putrinya, Harper Seven Beckham. Tahun lalu, kritik serupa juga diterima sang istri, Victoria Beckham. Tindakan keduanya dianggap kurang pantas.

Menjawab kritik, pasangan suami istri Beckham menegaskan, ciuman bibir itu pertanda cinta terhadap anak-anak mereka. Lantas, apakah ciuman bibir termasuk sentuhan fisik yang diperbolehkan? Apakah ada batas khusus dalam memberi sentuhan fisik kepada anak?

Menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani, memeluk, membelai, mencium, menggendong anak hingga menyusui merupakan bentuk sentuhan fisik. Bahkan, tindakan memukul hingga menendang anak juga tergolong sentuhan fisik. Tentunya sentuhan fisik yang melukai anak ini tidak disarankan. 
Yang juga tidak dianjurkan adalah ketika anak menolak untuk disentuh.

"Sebaiknya ada persetujuan dari anak jika ia mau disentuh," ungkap psikolog yang akrab disapa Nina ini.

Karena sentuhan yang dipaksakan bisa dibilang tidak berguna bagi tumbuh kembang psikologis anak. 

Batas dalam Memberi Sentuhan Fisik untuk Anak (Depositphotos)
Batas dalam Memberi Sentuhan Fisik untuk Anak (Depositphotos)

Meski umumnya anak menolak disentuh kala menginjak usia remaja, Nina mengingatkan anak usia sekitar 1-2 tahun sudah memiliki keinginan sendiri.

"Usahakan jangan memaksa menyentuh anak apalagi di depan umum. Orang tua juga harus sensitif dalam membaca respons anak," imbuh dia.

Di bawah usia itu, sentuhan fisik masih dianggap sebagai kebutuhan anak. Di sisi lain, sentuhan fisik sesungguhnya tidak punya batas waktu.

"Faktanya orang dewasa juga suka disentuh, seperti ibu-ibu yang mengalami baby blues, yang akan lebih tenang ketika dipeluk pasangannya," Nina mencontohkan. 

Soal mencium bibir anak, Nina mengembalikan kepada nilai yang dianut orang tua dan tetap berpegang pada persetujuan si anak. Namun masalah kesehatan wajib menjadi perhatian.

"Bibir dan mulut, kan mengandung banyak bakteri sehingga rentan terjadi pertukaran bakteri dan kuman," papar Nina. Sedangkan sentuhan fisik pada area privat anak seperti alat kelamin, dada, dan bokong sebaiknya dihindari ketika sedang tidak dalam kegiatan membersihkan atau memandikan anak. Fungsinya untuk menanamkan nilai sopan santun. 

(yuri / gur)

Komentar