aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Melulu Ingin Mainan Mahal? Psikolog Ajak Orang Tua Introspeksi Diri

Monday, 23 October 2017 19:00:00 WIB | Wida Kriswanti
Anak Melulu Ingin Mainan Mahal? Psikolog Ajak Orang Tua Introspeksi Diri
Anak sejatinya tidak melulu suka mainan mahal (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak orang tua, khususnya ibu, mengeluhkan kebiasaan anaknya yang hobi mainan mahal. Boros, menyedot anggaran rumah tangga, bahkan menimbulkan percikan drama, terutama bila keinginan anak membeli mainan mahal ditolak. Bisa jadi sebentuk stres baru yang harus dihadapi orang tua jika hal ini dibiarkan. 

Namun, benarkah anak melulu menginginkan mainan yang mahal? Jawaban dari psikolog anak Ayoe Sutomo mematahkan anggapan tersebut. Dikatakan oleh psikolog yang juga pemerhati pendidikan anak ini, sejatinya tidak ada anak yang menginginkan mainan mahal, kecuali jika orang tua yang mengajarkannya demikian. 

Ayoe Sutomo mengajak orang tua mengingat kembali tentang siapa yang pertama kali memberikan mainan mahal kepada anak. Ketika anak masih bayi, belum paham apa - apa, bukankah orang tua sendiri yang mengenalkan mainan mahal kepada anak? 

"Anak - anak itu sebetulnya dikasih mainan apa saja mau, kok. Apalagi ketika mereka masih sangat kecil," kata Ayoe Sutomo saat ditemui di British Council, Lotte Avenue, beberapa waktu lalu.

Barulah ketika anak sudah lebih besar, sudah bisa memilih sendiri mainannya, mereka akan memilih mainan yang selama ini sudah dikenalkan orang tua kepada mereka. Jika orang tua biasa membelikan mainan mahal, maka anak akan lebih suka mainan mahal. 

"Setelah begini baru orang tua mengeluhkan kebiasaan anak," tegas Ayoe Sutomo. 

Akan tetapi, dijelaskan Ayoe Sutomo, memang dibutuhkan usaha lebih ketika orang tua memutuskan tidak membeli mainan mahal untuk anak. Antara lain kreativitas dan kesediaan meluangkan waktu untuk anak. 

"Misalnya di hari libur akhir pekan, jangan lagi cuma ngajak ke mal terus belikan mainan (yang relatif mahal) untuk anak. Ibu bisa ajak anak main masak - masakan atau rumah - rumahan, dan lain sebagainya yang tidak mengeluarkan uang," beri contoh Ayoe Utomo. 

(wida / wida)

Komentar