aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ini Alasan Andien Memasukkan Putranya ke Pusat Stimulasi Anak

Friday, 6 October 2017 12:10:28 WIB | Redaksi
Ini Alasan Andien Memasukkan Putranya ke Pusat Stimulasi Anak
Andien Aisyah (Ryan Muhjani / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Menikmati peran sebagai ibu muda, penyanyi Andien kini aktif berbagi pengalamannya dengan mengikuti berbagai acara parenting.

Saat menjadi bintang tamu dalam kelas Parenting di IDEA FEST 2017, Andien mengaku bahwa buah hatinya Anaku Askara Biru (Kawa) yang berusia 9 bulan, saat ini sudah masuk dalam kelas stimulasi bayi.

"Kalau aku, pas usia anakku (Kawa) 3 bulan aku masukin ke pusat stimulasi, terdengar seperti ingin sesuatu yang lebih," kata Andien saat ditemui di IDEA FEST 2017, di JCC Senayan, Kamis (5/10).

Andien menambahkan bahwa setelah dirinya membaca sebuah buku, ia mulai sadar bahwa anak memgalami proses perkembangan otak paling baik saat 'golden age', yaitu sebelum usia 2 tahun. Karena hal ini, Andien tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya.

Andien (Ryan Muhjani / tabloidbintang.com)
Andien (Ryan Muhjani / tabloidbintang.com)

"Pas awal-awal, saya banyak banget baca tentang 1000 hari kehidupan, di mana sampai 2 tahun itu otak anak berkembang 80%. Sedang bagus-bagusnya sekali, harus diisi nutrisi dan stimulasi," ucap Andien.

Andien mengatakan bahwa dirinya mengaku bingung, saat ini ia disibukkan dengan kegiatannya bernyanyi, akibatnya sang anak, Kawa, tak mendapatkan stimulasi yang optimal. Oleh sebab itu Andien memercayakan anaknya di pusat stimulasi anak.

"Saya bingung, kalau misalnya ajak anak saya setiap hari, belum tentu saya bisa kasih stimulasi dengan baik, saya lebih baik masukin dia (Kawa) ke tempat yang tepat di usianya dia, buat berkembang," ucap Andien.

"Jadi stimulasi itu membantu anak untuk bisa aware dengan apa yang akan terjadi nanti," kata Andien.

"Seperti aku waktu kecil misalnya, enggak mengalami fase merangkak lama, terus aku disuruh nulis dalam waktu yang lama. Aku enggak bisa, bukan karena malas tapi karena aku dulunya enggak mengalami stimulasi merangkak yang lama," tutup Andien.

(ki/ray)

Komentar