aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Pedofil Bisa Membuat Korbannya Ketergantungan Dalam Jangka Panjang?

Friday, 17 March 2017 17:40:00 WIB | Wida Kriswanti
Pedofil Bisa Membuat Korbannya Ketergantungan Dalam Jangka Panjang?
Anak korban pedofil ketergantungan dengan pelaku (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Jika bicara kasus kekerasan seksual terhadap anak, maka pelakunya biasanya melakukan tindak pemaksaan terhadap korban. Berbeda dengan kasus yang kini sedang meresahkan banyak orang tua, yaitu pedofilia tanpa kekerasan. Maka anak tidak menunjukkan tanda-tanda yang cukup kasat mata bahwa mereka korban pelecehan seksual.  

Melihat posting-an di grup media sosial "Official Candy's Group" yang tengah menjadi viral, nampak begitu banyak trik halus digunakan para pedofil untuk menjebak korban. Antara lain, ada yang menggunakan hewan-hewan peliharaan lucu seperti kucing dan hamster untuk menarik perhatian anak-anak kecil, atau memberikan makanan dan permen, bahkan ada yang menggunakan trik sulap untuk membuat anak menyukai mereka tanpa harus dipaksa. 

Modus para pedofil dalam menjerat korban (Istimewa)
Modus para pedofil dalam menjerat korban (Istimewa)

Namun di luar itu semua, Anggia Chrisanti, konselor dan terapis di Biro Konsultasi Psikologi Westaria mengungkap alasan mengapa anak tidak merasa terganggu dengan perlakuan para pedofil terhadap mereka. Bahkan bisa ada anak yang sudah jadi korban sejak usia balita dan nyaman-nyaman saja untuk terus berlanjut hingga mereka besar. 

Dijelaskan Anggia, anak usia balita, bisa "menikmati" perlakuan para predator, salah satunya karena faktor hormonal yang didapat terutama dari makanan. Seperti hormon yang disuntik pada ayam, pakan ikan, hingga hormon pada tanaman dan buah. itu semua diserap tubuh dan menjadikan anak-anak sekarang (termasuk orang tuanya), sudah mengalami pelonjakan hormon sejak kecil. 

"Sehingga ketika mendapatkan perlakuan berupa stimulus seksual, secara organis menerima, bahkan bisa menikmati," jelas Anggia. "Termasuk juga saat terpapar pornografi. Bukannya jijik atau merasa aneh, justru malah meningkatkan kadar hormon mereka," pungkasnya. 

Ditambahkan Anggia, korban pedofilia tanpa kekerasan ini sangat beragam dan tidak terbatas pada kelas atau golongan ekonomi tertentu. Di desa, di kota, menengah atas dan bawah, sama potensial menjadi "Loli". 

(wida/wida)

Komentar