aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Suci "Idol": Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri?

Sunday, 26 February 2017 06:00:17 WIB | Wayan Diananto
Suci "Idol": Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri?
Suci "Idol": Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri? (Wayan/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Perjuangan berat Suci Idol membesarkan anak tak berhenti sampai anak pertama. 

Empat setengah tahun yang lalu, ia dikaruniai anak laki-laki yang dinamai Arsa Nuraga. 

Sama seperti ketika mengandung Kahlia, semua terasa baik-baik saja. Sampai akhirnya, Arsa lahir dan seiring waktu berjalan, Suci lagi-lagi mendapati sesuatu yang ganjil. Tahun demi tahun berlalu namun Arsa tak kunjung bicara. Ia mengalami keterlambatan berbicara.

“Yang kedua juga berkebutuhan khusus. Arsa mengalami speech delay. Belum saya ajak terapi. Sebagai ibu, saya berkeyakinan anak saya baik-baik saja. Bukannya mengingkari kenyataan. Bagi saya, denial itu bodoh. Anak saya yang kedua ini, memiliki gejala yang berbeda sama sekali kakaknya. Hanya, ia tidak mau berbicara,” paparnya panjang.

Suci Idol: Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri? (dok. pribadi)
Suci Idol: Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri? (dok. pribadi)

Bertahun-tahun membesarkan dua buah hati berkebutuhan khusus, membuat Suci tumbuh menjadi pribadi tegar. Tahan uji. Beberapa kali, kesabarannya direntang ketika berupaya menjalin komunikasi yang jernih dengan si kecil. Sebagai ibu, Suci punya maksud untuk disampaikan. Arsa kadang tak memahami mau ibunya. Di lain pihak, Arsa yang belum bisa berbicara punya kehendak. Hanya, ia belum menemukan jalan untuk menyatakan. 

Kondisi ini acapkali memantik konflik ibu dan anak. Pernah suatu hari, Arsa ingin main game Gardenscape via gawai. Ia meminta gawai kepada Suci. Hari itu, Arsa sudah lama bermain game. Tak ingin putranya keranjingan game, Suci tidak meluluskan permintaan itu. Yang terjadi kemudian, Arsa menangis histeris. Ia mengamuk dan membentur-benturkan tubuhnya di lantai. 

Reaksi berbahaya dari Arsa rupanya tidak membuat hati Suci luluh. Ia bergerak supercepat melapisi lantai dengan kasur dan bantal. Sehingga, saat Arsa membentur-benturkan kaki dan tubuh ke lantai, ia tidak terbentur dengan keras. 

Suci Idol: Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri? (dok. Instagram)
Suci Idol: Saya Kuliah PR dan Kemampuan Berkomunikasi Bagus, Tapi Mengapa Tidak Bisa Komunikasi dengan Anak Sendiri? (dok. Instagram)

“Ini penting karena kaki, kan memiliki saraf-saraf yang terhubung ke kepala termasuk mata. Lalu saya minta asisten rumah tangga meninggalkannya. Arsa menangis sendirian, selama satu jam sampai kelelahan lalu tertidur. Keesokan harinya, ia tidak berani minta game di luar jam bermain. Saat ini saya adalah bos. Anak-anak mesti ikut aturan saya. Nanti setelah mereka beranjak remaja, saya berganti peran menjadi sahabat Kahlia dan Arsa,” urai Suci.

Sepintas, Suci terlihat galak terhadap anak-anaknya. Di balik galak itu, ada misi mulia. Suci ingin mengajari Kahlia dan Arsa disiplin. Jujur, momen ketika si kecil marah dan histeris membuat hati Suci hancur. Ingin rasanya membicarakan masalah secara baik-baik. Apa daya, Arsa belum bisa diajak bicara lantaran mengalami speech delay. 

“Kalau sudah begini, saya sedih sekali. Ironis. Saya ini kuliah public relations. Kemampuan saya dalam berkomunikasi sangat bagus tapi mengapa saya malah tidak bisa berkomunikasi dengan anak sendiri?” sesal Suci.

Setegar itulah Suci mendidik putra-putrinya. 

(wyn/gur)

Komentar