aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bantu Gadis Kecil Anda Siap Menghadapi Menstruasi Pertamanya, Begini Caranya

Friday, 26 February 2021 20:30:23 WIB | Wida Kriswanti
Bantu Gadis Kecil Anda Siap Menghadapi Menstruasi Pertamanya, Begini Caranya
Periode menstruasi pertama bisa jadi menegangkan, tak jarang menakutkan. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Gadis kecil Anda kini sudah beranjak remaja. Sebagai seorang ibu, tentunya tahu pasti hal besar apa yang tak lama lagi akan dialami putri Anda. Yakni, periode menstruasi pertama!

Periode menstruasi pertama bisa jadi menegangkan, tak jarang menakutkan. Terlebih jika putri Anda kerap menyaksikan pengalaman menstruasi ibunya setiap bulan yang terlihat menyiksa.

Lantas apa yang bisa orang tua lakukan agar gadis kecilnya siap menghadapi kedatangan periode menstruasi pertamanya? Dilansir dari Web MD, ada 6 hal yang harus lebih dulu dipersiapkan orang tua. Berikut ini langkah-langkahnya.

1. Fokus memberi pemahaman sejelas-jelasnya

Walau sepertinya masih cukup lama periode menstruasi pertama akan datang, tak ada salahnya ibu rajin memberikan pemahaman pada anak perempuannya tentang hal ini. Katakan secara terang benderang, bahwa hal ini sesuatu yang alamiah dan pasti terjadi pada setiap perempuan. Lalu beritahukan bahwa menstruasi artinya akan ada darah keluar dari vagina. Untuk kali pertama biasanya sedikit, dan warna darahnya bisa merah pucat, merah terang, atau bisa juga gelap kecokelatan. Bilang juga kepada putri Anda, bahwa dia bisa bertanya apapun, dan ibu akan menjawabnya.

Bagi seorang ayah, jika tak ada sosok ibu di rumah, mintalah bantuan kepada sosok perempuan dewasa yang bisa menjadi teman cerita putri Anda.

2. Buat kantong persenjataan menstruasi.

Masukkan ke dalam sebuah dompet kecil, celana dalam bersih, pembalut, kantong plastik, sabun, dan lain-lain yang sekiranya dibutuhkan. Pastikan putri Anda membawanya selalu. Katakan pada putri Anda, kalau menstruasi pertama pasti akan bocor di celana dalam. Katakan padanya kalau itu terjadi, maka ia bisa membuka celana dalam, menggulungnya ke dalam kantong plastik. Boleh dibuang ke tempat sampah, boleh juga dibawa pulang. Senyamannya putri Anda, mengingat saat ini kejadian tentu akan membuatnya panik. Kemudian, ganti celana dalam dengan yang bersih dan sudah dilapisi pembalut.

3. Bahas soal pembalut

Jauh sebelum periode menstruasi pertamanya datang, pastikan putri Anda sudah cukup familiar dengan pembalut. Bagaimana bentuknya, bagaimana menggunakannya, bagaimana membuangnya, dan berapa jam sekali harus menggantinya. Lalu pastikan pembalut yang dipakai bertanda 'remaja', yang artinya produk pembalut lebih tipis dan nyaman, serta tidak menggunakan kandungan-kandungan yang bisa membuat iritasi.

4. Beritahu anak tentang orang yang bisa dimintai pertolongan

Katakan pada anak, jika menstruasi pertama terjadi saat jauh dari rumah, maka ada orang-orang di luar sana yang bisa dimintai pertolongan. Yaitu guru perempuan, ibu dari temannya, pelatih perempuan, guru les perempuan, kakak kelas perempuan.

5. Jangan fokus pada masalah-masalah menstruasi

Tanda terlalu banyak memberi informasi, yaitu ketika Anda juga bercerita tentang efek menstruasi yang bikin tubuh terasa membengkak, masa PMS yang bikin marah-marah, atau menstruasi yang bisa bikin jerawat tumbuh. Duh, nanti anak bisa ketakutan duluan menghadapi menstruasi pertamanya.

6. Minta bantuan dokter jika terjadi "sesuatu"

Katakan pada putri Anda, kalau ia bisa segera ke unit kesehatan sekolah atau klinik jika terasa sesuatu yang menyakitkan, seperti kram perut, rasa sakit di area kemaluan, darah yang terlalu banyak, dan lain-lain yang sekiranya menyebabkan rasa takut.

Komentar