aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ciuman Mesra di Depan Anak - Anak, Boleh Enggak Ya?

Friday, 26 February 2021 12:00:23 WIB | Wida Kriswanti
Ciuman Mesra di Depan Anak - Anak, Boleh Enggak Ya?
Banyak pasangan suami-istri merasa sungkan untuk bermesraan di depan anak-anak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak pasangan suami-istri merasa sungkan untuk bermesraan di depan anak-anak. Alasannya macam-macam. Mulai dari takut memengaruhi pikiran anak dengan adegan dewasa, merasa tidak sopan, atau sekadar merasa malu.

Padahal, menunjukkan kemesraan di depan anak-anak, salah satunya dengan berciuman penuh cinta, banyak sisi positifnya. Toh, kemesraan yang diperlihatkan tidak sampai membuka pintu kamar saat melakukan hubungan intim, he he he.

Dilansir dari Marriage Today, setidaknya ada 3 kebaikan yang bisa didapat anak-anak dengan melihat langsung kemesraan orang tuanya. Berikut ini daftarnya.

1. Dapat membuat anak-anak merasa aman di dalam perkawinan orang tuanya yang bahagia dan sehat.

Anak mungkin akan merasa malu, mengalihkan pandangannya, atau bagi yang lebih bawel akan berteriak 'jijik ih', atau 'apa-apaan sih'. Namun semuanya sama sekali tidak berarti respons yang negatif. Dalam hati mereka akan ikut senang melihat ayah ibunya rukun dan tertawa-tawa saat bermesraan.

2. Mengenalkan pada anak konsep perkawinan yang sehat, lengkap dengan caranya.

Mungkin anak-anak yang tercemar tayangan televisi lebih banyak mengira bahwa hubungan perkawinan itu penuh drama, penuh konflik, saling menyakiti, dan lain-lain. Dengan melihat sendiri kalau orang tuanya berbeda dengan apa yang disajikan televisi, anak akan memahami mana konsep perkawinan yang benar dan menyenangkan.

3. Memperlihatkan kepada anak-anak bahwa perkawinan itu menyenangkan dan membahagiakan.

Jadi kelak anak-anak dewasa, mereka akan memiliki konsep yang positif tentang perkawinan. Maka tidak ada cerita takut menikah atau takut mencintai.

Jadi mengapa tidak memperbanyak memeluk, mencium, membelai, berpeluk-pelukan, di hadapan anak-anak. Karena tidak jarang, anak-anak akan mengikuti ayahnya untuk melakukan hal sama kepada ibunya. Ikutan mencium dan ikutan memeluk. Duh, ibu mana yang tidak akan merasa bahagia?

Komentar