aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Pola Tidur Bayi Baru Lahir, Kapan Dikatakan Terlalu Banyak dan Harus Cemas?

Monday, 22 February 2021 23:59:23 WIB | Wida Kriswanti
Pola Tidur Bayi Baru Lahir, Kapan Dikatakan Terlalu Banyak dan Harus Cemas?
Studi telah mengungkap bahwa bayi baru lahir membutuhkan tidur sekitar 15-18 jam sehari.

TABLOIDBINTANG.COM - Studi telah mengungkap bahwa bayi baru lahir membutuhkan tidur sekitar 15-18 jam sehari. Tentu saja, waktunya tidak secara terus menerus melainkan dipecah dengan waktu makan dan hal-hal lainnya seperti mandi dan berganti pakaian.

Seiring pertambahan usia, kebutuhan tidur bayi berkurang. Akan tetapi, setidaknya sampai bayi berusia 15 minggu, ia masih membutuhkan waktu tidur 14-16 jam sehari.

Bayi baru yang tidur terus-terusan mungkin akan menyenangkan bagi ibu yang mengasuhnya. Karena ini berarti waktu istirahat yang lebih banyak untuk ibu dan tidak 'tenggelam' dalam urusan bayi semata. Akan tetapi, kapan orang tua perlu cemas dengan pola tidur bayi yang dirasa terlalu banyak?

Berikut ini tanda-tandanya yang perlu diperhatikan orang tua, seperti dilansir dari Baby Gaga.

1. Bayi baru lahir tidak bangun atau susah bangun ketika ibu membangunkannya.

2. Ibu kesulitan menidurkan kembali bayi setelah dibangunkan.

3. Bayi menolak makan setelah dibangunkan tidur siangnya.

4. Bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Tentu saja, orang tua tetap harus mengingat bahwa setiap bayi berbeda begitu pula kebutuhannya. Bisa jadi ada bayi yang tidurnya melebihi 18 jam sehari dan ternyata ia sehat-sehat saja, pun sebaliknya.

Yang perlu dilakukan orang tua, adalah segera memeriksakan ke dokter jika bayi mulai memperlihatkan tanda-tanda bahaya.

Komentar