aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Bisa Jadi Korban Perilaku Manipulatif Orang Tuanya Sendiri, Ini Tanda-tandanya

Friday, 19 February 2021 21:00:09 WIB | Wida Kriswanti
Anak Bisa Jadi Korban Perilaku Manipulatif Orang Tuanya Sendiri, Ini Tanda-tandanya
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Seringkali kita terlalu fokus berusaha mengenali pelaku manipulatif ketika kita berada di lingkungan pergaulan sosial, tempat kerja, dan lain-lain. Dan kita terlupa, bahwa pelaku manipulatif paling pertama dan tanpa sadar telah menempatkan diri kita sebagai korban, bisa jadi orang tua sendiri di rumah.

Setidaknya ada beberapa tanda sebagai indikasi jika seseorang telah menjadi korban perilaku manipulatif orang tua sendiri. Cukup sulit mengindentifikasinya, karena bagaimana orang tua memanipulasi anaknya hampir menjadi kebiasaan dan terasa normal, padahal tetap salah dan bisa berdampak anak menjadi korban pelaku manipulatif juga di luar sana.

Membantu Anda lebih memahami situasi yang terjadi, berikut ini tanda-tanda seseorang telah menjadi korban dari perilaku manipulatif orang tuanya sendiri, seperti dilansir dari Health Line.

- Anda selalu merasa diakali atau ditekan untuk melakukan sesuatu.

- Rasanya seperti Anda tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar.

- Seperti tidak mungkin untuk berkata 'tidak'.

- Mereka hampir selalu memutar balikkan kenyataan.

- Anda hampir selalu merasa bersalah dan bingung.

- Usaha Anda terlihat tidak pernah cukup.

Sedangkan tekniknya seperti ini ketika keluarga memanipulasi Anda:

- Tidak memberi kesempatan Anda mengemukakan pendapat.

- Selalu memotong pembicaraan Anda atau menggantikan Anda untuk berbicara.

- Mengabaikan sesuatu yang Anda pikirkan atau pedulikan.

- Menegur atau bahkan menghukum ketika Anda memperlihatkan emosi.

- Mengatur bagaimana Anda harus merasa atau mengekspresikan emosi.

Contohnya, ketika Anda menolak datang ke ulang tahun nenek karena sepupu yang suka merundung Anda juga datang, mereka akan bilang kalau Anda egois. "Kok, kamu egois banget! Masih diingat-ingat begitu ya? Kejadiannya sudah lama, lo."

Hmm, terasa tidak enak di telinga bukan kalimat tersebut?

Komentar