aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Balita Gemar Menyusun Benda Berurutan, Benarkah Gejala Autisme atau OCD?

Wednesday, 6 January 2021 22:30:23 WIB | aura.co.id
Balita Gemar Menyusun Benda Berurutan, Benarkah Gejala Autisme atau OCD?
Anak-anak yang mengidap autisme biasanya tidak peduli fungsi sebuah benda. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Menurut Dr. Anna Shier, psikiater anak dan dewasa dari Scottsdale, Arizona, AS, di sisi lain, kebiasaan anak mengurutkan benda terkadang dikhawatirkan sebagai salah satu gejala autisme.

Orang tua baru boleh khawatir, ketika anak hanya fokus menjajarkan tanpa peduli akan cara memainkan dan juga lingkungan sekitar. 

Anak-anak yang mengidap autisme biasanya tidak peduli fungsi sebuah benda. Jika anak masih mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan serta memainkan benda sebagaimana mestinya, berarti tidak ada yang salah.

“Mengurutkan benda juga saat bagi anak mengeksplorasi lingkungan. Jika mereka hanya terpaku pada benda-benda yang berurutan dan tidak tertarik mengeksplorasi lingkungan atau bermain-main dengan hal baru, ada sesuatu yang patut dicurigai,” urai Shier. 

Untuk memastikan apakah anak mengidap autisme, harus dilakukan pengamatan lain secara menyeluruh dan mendalam. Sebab gemar menjajarkan benda atau melakukan sesuatu secara berulang-ulang tanpa peduli lingkungan sekitar hanyalah salah satu dari banyak gejala autisme.

“Hal paling aman untuk dilakukan adalah memeriksakan kepada dokter anak,” kata Shier. 

Melakukan sesuatu secara berulang dan meletakkan benda sesuai urutan juga salah satu gejala OCD (obsessive-compulsive disorder) atau gangguan obsesif kompulsif.

Namun pada pengidap OCD, obsesi untuk merapikan benda bisa menyebabkan kelelahan, kecemasan berlebih, dan gangguan psikologis lain seperti sulit tidur dan depresi.

Kabar baiknya, OCD sangat jarang terjadi pada balita. Jika anak Anda hanya gemar mengurutkan benda tanpa disertai gangguan psikologis, tidak perlu curiga berlebih terhadap OCD. Nikmati saja fase perkembangan anak yang unik ini.

Komentar