aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ini yang Harus Dilakukan Ibu Agar Anak Tak Lebih Sayang kepada Pengasuh

Saturday, 21 November 2020 02:00:23 WIB | aura.co.id
Ini yang Harus Dilakukan Ibu Agar Anak Tak Lebih Sayang kepada Pengasuh
Ciptakan ritual yang hanya dilakukan anak dengan orang tua saja. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Di balik fenomena babysitter jahat, sesungguhnya lebih banyak terjadi fenomena babysitter idola anak. Sudah menjadi rahasia umum kalau banyak anak yang sehari-hari dirawat pengasuh lebih sayang pengasuhnya ketimbang orang tuanya sendiri. Cerita seperti, "kalau si Bibi pulang kampung, anak sampai nangis", "kalau si Mbak sakit, anak sampai pelukin terus", dan lain-lain. 

Membuat orang tua kandung sedih? Tentu saja. Namun, dalam beberapa kondisi, mengasuh sendiri anak benar-benar bukan pilihan yang memungkinkan. Keputusan untuk tidak lagi menggunakan jasa pengasuh anak dan mengambil alih tugas mengasuh 24 jam penuh setiap hari, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Nah, agar orang tua tetap bisa memiliki kedekatan dengan anak tanpa harus meniadakan peran pengasuh, tip-tip dari psikolog anak Vera Itabiliana berikut bisa menjadi acuan. 

- Ciptakan ritual yang hanya dilakukan anak dengan orang tua saja. Misal, ritual bangun pagi. Seperti salaman atau pelukan khusus antar orang tua dan anak.

- Anak tidak 24 jam bersama pengasuh. Orang tua perlu meluangkan waktu untuk ikut secara langsung mengurusi anak. Misalnya, mengantarkan/menidurkan/menemani anak tidur adalah orang tua, bukan pengasuh.

- Sesekali buat momen interaksi secara bersama-sama di mana ketika anak sedang bermain dengan pengasuh, ibu ikut nimbrung. Sehingga atensi anak menjadi terbagi juga ke ibu.

Komentar