aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua saat Mendapati si Kecil Memainkan Alat Genital

Saturday, 15 August 2020 04:00:23 WIB | aura.co.id
Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua saat Mendapati si Kecil Memainkan Alat Genital
Boleh-boleh saja mencoba menghentikan apa yang sedang dilakukan anak, namun baiknya tanpa dibarengi pikiran kotor. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Si kecil yang biasanya tidak bisa diam, kok mendadak anteng? Setelah diperhatikan, ternyata tangannya sedang menyelusup ke bagian kemaluannya, memainkan alat genital-nya. Panik, orang tua hampir pasti akan langsung menarik keras tangan anak.

Boleh-boleh saja mencoba menghentikan apa yang sedang dilakukan anak, namun baiknya tanpa dibarengi pikiran kotor. Saat anak melakukannya, itu adalah bagian dari eksplorasi, proses mengenali tubuh dan fungsinya. Sama sekali tidak seperti yang dipikirkan orang-orang dewasa. 

“Mungkin eksperimen mereka seperti permainan bagi Anda, namun sungguh mereka hanya sedang belajar dengan serius,” kata Deborah M Roffman, penyuluh di bidang manusia dan alat reproduksi asal Amerika. 

Anak-anak yang sudah masuk pendidikan usia dini bahkan bisa menjadi lebih konyol dengan alat genital mereka. Orang tua cukup menghadapinya dengan tenang, jangan berlebihan. “Mendapati anak bermain-main dengan alat genitalnya, jangan memarahi,” kata psikolog klinis Lawrence J Cohen Ph.D seperti dilansir Parents. Selain itu, penting untuk dipastikan, agar orang tua tidak sampai mempermalukan anak. Jangan sampai anak merasa apa yang dilakukannya adalah sesuatu kesalahan—padahal hal ini sangat normal sebagai manusia. 

Cukuplah bersikap empati dengan hasrat anak melakukan sesuatu yang membuatnya tenang dan nyaman. Namun pada waktu bersamaan, katakan dengan lembut dan jelas agar anak tidak melakukannya, apalagi di depan orang-orang. 

Orang tua bisa mengalihkan perhatian anak kepada hal lainnya, misalnya dengan memberikan mainan seru yang banyak menggunakan tangan. Akan tetapi, orang tua perlu mewaspadai kemungkinan penyebab lain jika anak masih terus atau sering memainkan alat genital-nya. Disebutkan Cohen, beberapa kemungkinan lain adalah anak mengalami stres, bosan, kesepian, atau gelisah. 

Komentar