aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tahan Emosi, Bu! Bayi di Bawah 6 Bulan Sudah Bisa Kenali Suara Orang Marah, Lo!

Wednesday, 29 July 2020 05:00:23 WIB | aura.co.id
Tahan Emosi, Bu! Bayi di Bawah 6  Bulan Sudah Bisa Kenali Suara Orang Marah, Lo!
Hati-hati saat berbicara di depan anak-anak, termasuk di depan bayi. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Hati-hati saat berbicara di depan anak-anak, termasuk di depan bayi yang belum berusia enam bulan. Sebab menurut studi terbaru yang dilakukan oleh Dr. Chen Zhao di Universitas Manchester, Inggris, dan dimuat dalam jurnal ilmiah PLoS ONE, bayi berusia di bawah enam bulan ternyata sudah bisa mengenali nada suara orang yang sedang marah.

Dalam studi ini, Chen Zhao mencoba mencari hubungan antara nada suara dan bagian otak yang berhubungan dengan proses penerjemahan emosi alami dari vokalisasi. Ditemukan bahwa pada usia di bawah enam bulan, otak bayi pada dasarnya sudah mulai mengidentifikasi nada “marah” yang didengar dari lingkungan sekitarnya.

“Bayi dapat membedakan konten emosional dari suara ibu mereka jauh sebelum mereka mampu memahami kata-kata berdasarkan intonasi, nada, irama, dan unsur-unsur lainnya,” urai Chen Zhao. Bahkan bayi sangat sensitif dengan nada suara seseorang seperti halnya orang dewasa memproses dan menginterpretasikan suara seseorang yang bicara dengan mereka.

Lebih lanjut lagi, penelitian ini juga menemukan bahwa suara marah dan bahagia dapat mengaktivasi jaringan di bagian frontal cortex pada otak bayi yang fungsinya berkaitan dengan kemamuan sosialisasi anak.

“Ilmu tentang otak menunjukkan bahwa otak bayi sangat sensitif terhadap berbagai nada emosional yang mereka dengar. Nada seperti itu dapat menyebabkan pola aktivasi yang berbeda di area otak bayi yang juga diketahui terlibat dalam pemrosesan suara pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua,” jelas Chen Zhao.

“Pola ini juga menunjukkan bahwa pengalaman di masa awal kehidupan bayi dapat mempengaruhi respons otak bayi. Sehingga semakin (sering) emosional ibu mereka, semakin kuat respons otak anak di bawah usia enam bukan ini dalam mendengar suara-suara marah,” tandas Chen Zhao. J riz

Komentar