aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tak Hanya Kelembutan, Anak Juga Butuh Sentuhan Sedikit Keras dari Orangtua

Wednesday, 22 July 2020 15:00:50 WIB | aura.co.id
Tak Hanya Kelembutan, Anak Juga Butuh Sentuhan Sedikit Keras dari Orangtua
Anak Tak Hanya Membutuhkan Sentuhan Lembut Orang Tua, Tapi Juga Sedikit Keras (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sentuhan fisik orang tua kepada anak, kata Psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi , sebaiknya dilakukan dalam dua versi yakni sentuhan lembut dan sedikit keras.

Biasanya, sentuhan lembut seperti memeluk atau mengusap dilakukan oleh ibu. Sedangkan sentuhan yang sedikit keras seperti menepuk pundak atau tos akan dilakukan ayah. Dua jenis sentuhan ini sama pentingnya.

Ayoe menjelaskan, penting bagi anak untuk tumbuh dengan berbagai macam stimulus atau ransangan. Salah satu jenis rangsangan itu, sentuhan yang beragam.

Jika kelebihan rangsangan, maka anak menjadi hipersensitif (terlalu peka). Jika anak kekurangan rangsangan, mereka menjadi kurang peka dalam merespons apa yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Misalnya, ada anak hipersensitif yang takut ketinggian. Bisa jadi karena ia kurang mendapat sentuhan yang sedikit keras seperti digendong atau diayun. Atau ada anak yang bertindak kasar kepada adiknya. Bisa jadi karena ia tidak atau jarang mendapat sentuhan lembut sehingga ia tidak mengerti bahasa tubuh seperti apa yang harus diterapkan kepada adik,” Ayoe memberi contoh. Lalu kapan sebaiknya kita memberi sentuhan kepada anak? 

Sentuhan itu bisa dilakukan kapan saja ketika orang tua ingin mengekspresikan kasih sayang kepada anak. Misalnya ketika anak telah melakukan hal yang baik, orang tua bisa memberi pelukan, tos, atau usapan di kepala. Ketika anak kecewa karena mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari teman sekolah, pelukan orang tua akan membuatnya merasa aman dan baik-baik saja. Pelukan itu mampu mereduksi kadar kesedihan buah hati Anda.

Di ujung percakapan, Ayoe mengingatkan bahwa beda usia, beda perlakuan. Sentuhan fisik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usia buah hati Anda. Beranjak remaja, biasanya anak-anak malu dipeluk atau dicium orang tua, dihadapan teman-teman sebaya.

“Karena itu, memeluk atau mencium bisa dialihkan menjadi menepuk pundak, misalnya. Anak akan mengerti bahwa Anda sebagai orang tua terus menyayangi sekaligus mengerti keadaan mereka,” Ayoe mengakhiri perbincangan.

Komentar