aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Jangan Main Pukul Anak, Efeknya Bisa Merusak Otak

Friday, 17 July 2020 05:00:23 WIB | aura.co.id
Jangan Main Pukul Anak, Efeknya Bisa Merusak Otak
Memukul anak berdampak pada perkembangan otak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Memukul anak juga berdampak pada perkembangan otak.

Hasil penelitian di AS mengemukakan, mengekspos anak dengan tindak kekerasan seperti pukulan dapat merusak grey matter atau penghubung abu-abu, bagian otak yang berfungsi untuk memproses informasi. 

Anak yang menerima kekerasan, setidaknya satu pukulan dalam sebulan selama lebih dari 3 tahun, mengalami defisit penghubung abu-abu di bagian korteks prafrontal atau otak depan yang berfungsi sebagai pusat berpikir dan kontrol emosi. Kekurangan penghubung abu-abu di bagian ini membuat anak rentan mengalami depresi, kecanduan, dan gangguan kesehatan mental.

Ini sebabnya, semakin banyak Anda menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan anak dan memaksa mereka berperilaku baik, semakin jauh pula anak dari sikap disiplin dan perilaku baik.

Jangan Main Pukul Anak, Efeknya Merusak Otak (Depositphotos)
Jangan Main Pukul Anak, Efeknya Merusak Otak (Depositphotos)

Dr. Vanessa Lapointe, psikolog yang juga penulis buku cara mendisiplinkan anak tanpa menyakiti, Discipline without Damage, menyarankan alih-alih memukul, terapkan kedisplinan produktif untuk membantu anak mempelajari nilai-nilai positif. 

Fokuslah ke penerapan aturan yang jelas, sesuai kebutuhan anak, dan bertujuan membangun hubungan lebih kuat antara orang tua dan anak. Misalnya aturan soal jam tidur malam, dengan konsekuensi anak harus membuat sarapan sendiri keesokan hari jika melanggar.

“Pekerjaan kita adalah memastikan bagian otak anak yang berkaitan dengan penerapan peraturan tenang, tidak kacau,” jelas Lapointe.

Menurutnya, strategi ini dalam jangka pendek bermanfaat mengurangi perilaku tantrum. Dan dalam jangka panjang membantu membentuk perilaku baik dan disiplin pada anak.

Komentar