aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Bu, Ini Manfaat Besar Melakukan Kontak Mata dengan Bayi

Thursday, 2 July 2020 03:00:23 WIB | aura.co.id
Bu, Ini Manfaat Besar Melakukan Kontak Mata dengan Bayi
Hal sesederhana kontak mata dengan bayi bermanfaat besar bagi kecerdasan dan kemampuan komunikasi anak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak cara dilakukan orang tua untuk menstimulasi kecerdasan anak dan membantu mereka belajar bicara. Memperdengarkan musik sejak mereka masih di dalam kandungan, memberi mainan edukatif, membacakan buku, juga tak lupa menyiapkan aneka makanan bergizi agar nutrisi untuk otak terpenuhi. Namun banyak yang lupa atau tidak menyadari, ada hal sederhana yang tak kalah penting dalam pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan otak juga kemampuan komunikasi anak: kontak mata.

Dahulu ilmuwan meyakini, ketika Anda berinteraksi dengan bayi, detak jantung dan emosi Anda akan tersinkronisasi dengan bayi Anda. Namun ternyata tidak hanya sampai di situ. Studi terbaru yang para ilmuwan di Cambridge, Inggris, yang juga dimuat dalam jurnal penelitian ilmiah di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS mengungkap, hal sesederhana kontak mata dengan bayi bermanfaat besar bagi kecerdasan dan kemampuan komunikasi anak.

Dalam penelitian terhadap 36 bayi menggunakan elektroensefalografin (EEG), alat untuk merekam aktivitas elektrik di otak, terlihat bahwa ketika bayi melakukan kontak mata dengan ibu mereka, gelombang otak mereka akan selaras dan tersinkronisasi. Dalam kondisi gelombang otak seperti itu, bayi akan melakukan usaha lebih besar untuk banyak mengeluarkan suara.

Dr. Victoria Leong yang memimpin penelitian ini menjelaskan, “Ketika orang tua dan bayi saling menatap, mereka menyampaikan sinyal tentang kesediaan dan keinginan mereka untuk saling berkomunikasi. Mekanisme ini akan mempersiapkan orang tua dan bayi untuk berkomunikasi dengan menyelaraskan kapan harus bicara dan kapan harus mendengar, sehingga membuat proses belajar (bicara) lebih efektif,” urai Leong dalam wawancara dengan The Telegraph.

Ketika bayi melihat wajah orang lain—umumnya setelah menginjak usia 3 bulan—mereka juga mulai belajar membedakan bentuk, mengenal suara, dan membedakan ekspresi wajah. Kemajuan ini sangat membantu anak mengembangkan kemampuan mereka untuk mengelola diri, terhubung dengan orang lain, dan berinisiatif serta merespons komunikasi yang hasilnya adalah kemampuan bahasa dan kosakata yang baik ketika mulai bisa bicara kelak. Agar kontak mata dengan bayi bisa terjadi dengan
maksimal, perhatikan hal-hal berikut.

• Kontak mata dengan bayi biasanya terjadi sangat singkat, jadi tidak usah mengharapkan tatapan
yang lama dan dalam.

• Anda tidak bisa memaksa bayi menatap mata ketika mereka lapar, mengantuk, dan lelah.

• Buat jarak sekitar 25-50 cm dari mata bayi agar mereka bisa melihat dengan fokus.

• Ketika bayi menatap langsung ke mata Anda, inilah kesempatan bagus untuk berinteraksi, tersenyum, bicara, dan berekspresi. Interaksi sederhana ini terekam dalam ingatan bayi dan membantu kemampuan komunikasi mereka.

• Saling bertatap mata lebih efektif dalam melekatkan ikatan batin orang tua dengan bayi, ketika disertai dengan sentuhan dan suara.
• Untuk meningkatkan kemampuan kosakata bayi, ketika bayi menatap sebuah benda, segeralah menyebut nama benda itu. Meski terlihat tidak merespons, bayi merekam dalam ingatannya.
• Wajah manusia adalah stimulus visual yang sangat kuat, sehingga bayi terkadang butuh waktu untuk mencerna informasi yang didapat. Ketika bayi menoleh ke arah lain, belum tentu itu tanda penolakan untuk diajak bicara. Bisa jadi mereka butuh waktu sejenak untuk mengolah infomasi yang baru mereka lihat.

Komentar