aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Dampak Buruk Gadget pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Saturday, 21 March 2020 05:00:23 WIB | Vallesca Souisa
Dampak Buruk Gadget pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Survei di tahun 2016 menyatakan, 75,50 persen pengguna ponsel adalah anak di bawah usia 13 tahun. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ponsel pintar (smartphone) sekarang ini sudah seperti belahan jiwa kita. Pagi hari, begitu mata terbuka, hal pertama yang dilakukan menggapai ponsel. Demikian malam hari, sebelum menutup mata, hal terakhir yang kita lihat adalah timeline berita di ponsel. Begitu melekatnya smartphone dengan keseharian kita, sampai anak merengek pun, kadang kita atasi dengan smartphone.

Survei di tahun 2016 menyatakan, 75,50 persen pengguna ponsel adalah anak di bawah usia 13 tahun. Bahkan kenyataan di lapangan memaparkan, banyak orang tua mengenalkan gadget pada buah hatinya sejak MPASI. Sejak usia 6 bulan anak sudah diberi pegangan gadget. Di sini smartphone digunakan sebagai “distraction”. Alasan paling simpel misalnya, biar si kecil mau makan dengan tenang. Banyak menganggap smartphone menyelesaikan keribetan saat mau makan, tapi tahukah Moms, ini bisa membuat anak perlahan kecanduan dan berdampak buruk. Tak disadari, dampaknya cukup luas, terutama terhadap tumbuh kembang si kecil.

Terbiasa terpapar smartphone, tidak hanya mengganggu kesehatan mata si kecil, tapi juga berdampak pada perkembangan sensorik dan motorik anak. “Misalnya saja, si kecil sekali duduk dengan gadget bisa 1 jam. Coba bayangkan, eksplorasi yang seharusnya bisa terjadi dalam waktu 1 jam itu jadi terbatas karena pemberian gadget?” bilang pakar tumbuh kembang anak Dian Rose, S.Psi.,A.Md.T.W. dari Klinik Tumbuh Kembang Anak Viji Clinic.

Dalam satu jam harusnya ada stimulasi sensorik maupun motorik. Baik itu stimulasi pendengaran, pengecap, peraba, maupun pergerakan motorik kasar anak. Namun karena dia main gadget, yang terjadi adalah, komunikasi hanya terjadi satu arah, yang mana ini bisa berpengaruh pada kemamupan bahasa atau komunikas si kecil kelak. Perkembangan Gerak si kecil pun jadi terhambat. “Anak itu perlu berkembang, pada setiap bagian tubuhnya. Otak pun berkembang matang, karena stimulasi. Nah, ketika anak main gadget, ada bagian-bagian yang akhirnya tidak terstimulasi,” lanjut Dian Rose.

Main gadget sejak dini, apalagi sampai jadi kebiasaan, salah satunya bisa membuat anak telat bicara. Ini karena main gadget, membuat anak hanya komunikasi satu arah. Pemahaman bahasa terganggu. Pemaknaan terhadap kata, benda, dan hal di sekitarnya pun turut terhambat.

Komentar