aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kurangnya Perhatian Orang Tua pada Anak Picu Gangguan Bipolar

Monday, 24 February 2020 19:00:23 WIB | aura.co.id
Kurangnya Perhatian Orang Tua pada Anak Picu Gangguan Bipolar
Remaja hingga dewasa, pria maupun wanita, bisa mengalami penyakit bipolar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - GANGGUAN bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana perasaan yang cenderung labil. Biasanya gangguan tersebut berulang dalam rentang waktu tertentu bahkan seumur hidup. Mood penderita biasanya selalu berubah dalam waktu yang cepat.

Tak bisa dipungkiri, bahwa penderita gangguan bipolar tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Remaja hingga dewasa, pria maupun wanita, bisa mengalami penyakit ini. Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya gangguan bipolar?

Psikiater Dr Natalia Widiasih mengungkapkan bahwa penyebab terbesar dari gangguan bipolar bisa karena beberapa hal, di antaranya kurangnya perhatian orang tua kepada anak, bisa karena orang tua sudah meninggal, tidak adanya waktu orang tua untuk anak, atau orang tua sibuk main gadget sehingga tidak memberikan perhatian kepada anak. 

Sehingga, anak pun menjadi kurang perhatian, dan melakukan hal sebaliknya yaitu mencari perhatian orang lain, bertingkah yang tidak wajar karena ingin menarik perhatian, bahkan bisa melakukan kegiatan yang di luar akal sehat.

“Anak yang mengalami gangguan bipolar umumnya prestasinya di sekolah pun berubah-ubah, kadang bisa meningkat drastis atau turun drastis. Mereka pun suka melontarkan ide yang berlebihan, mudah sedih, mudah tersinggung saat depresi,” ujar dr. Natalia.

Dr Natalia menambahkan, jika ciri tersebut ditemukan dalam diri anak segera lakukan deteksi dini.

“Anak yang mengalami gangguan bipolar harus dirangkul, jangan dihakimi dan cari pertolongan profesional serta jangan terlalu protektif pada anak. Dengan deteksi dini, diagnosis yang tepat dan terapi yang optimal, akan membantu mereka yang mengalami gangguan bipolar,” tandasnya. 

Komentar