aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Paras Kharisma Ajak Anak Renang Sejak Usia 3 Bulan, Ini Manfaatnya

Thursday, 6 February 2020 03:00:36 WIB | Vallesca Souisa
Paras Kharisma Ajak Anak Renang Sejak Usia 3 Bulan,  Ini Manfaatnya
Paras Kharisma dan putranya, El

TABLOIDBINTANG.COM - style="margin-bottom:.0001pt; text-align:justify">Mendengar anak usia 3 bulan diikutkan kursus renang pasti membuat kita takjub. Apalagi membayangkan bayi usia 3 bulan nyemplung ke kolam renang, pasti bikin mommy terbelalak. Serius, baru 3 bulan sudah kursus renang? Serius, ini dilakukan oleh Mompreneur juga influencer, Paras Kharisma pada buah hatinya Elroy Sachio, karena ternyata banyak manfaat positifnya, Mom!

“Iya, jadi dari usia 3 bulan, El sudah aku ikutin kursus renang. Memang, enggak dilepas sendiri. Ada pendampingnya. Selain ada instruktur, pasti didampingi suamiku atau aku sendiri,” Paras membuka obrolan. Tentunya ini dilakukan di institusi khusus pelatihan motorik dan sensorik anak terpercaya dengan ahli di bidangnya. Meski demikian, memang saat awal melepas El di air, namanya ibu, pastilah Paras deg-degan, bahkan takut.

“Waktu awal itu, enggak Cuma aku, ibu-ibu lain juga enggak berani turun ke kolam, karena ibu-ibu kan panikan. Jadi bapaknya yang turun mendampingi. Ini semua aman banget, karena ada step-stepnya juga,” jelas Paras. Jadi sebelum memulai sesi renang pertama, orang tua sudah dikasih “PR” dulu. Instruktur meminta anak mulai dibiasakan mandi air dingin di rumah. Ini untuk adaptasi. Intensitas suhu air juga berkala. Dari yang agak dingin, masih dicampur air hangat, sampai benar-benar air dingin. Fungsinya, agar anak tidak syok ketika masuk ke kolam renang.

Selain itu, sebelum memulai sesi, anak juga sudah dilatih untuk mengatur pernafasan. Dan saat akan berenang, anak sudah dilengkapi dengan baju renang khusus, buatan Inggris, yang melindungi dari suhu dingin air kolam renang. Pertama-tama kepala anak dibasahi dulu dengan air kolam, kemudian tangannya dibasahi, lalu diguyur sedikit-sedikit, baru masuk ke kolam. Dengan pendampingan instruktur, El masuk kolam renang tanpa bantuan ban atau pelampung sama sekali. “Dari sini aku juga jadi tau, ternyata pemakaian ban di leher itu sebenarnya enggak boleh, lho. Itu tuh malah menghambat gerakan dia. Jadi kenapa dilepas sama sekali tanpa ban, tujuannya adalah agar si anak eksplor, bagaimana dia mengambang, sampai kalau dia kelelep dia harus bagaimana, harus pegangan ke mana. Tapi ini semua dikemasnya tetap fun, sambil nyany-nyanyi,” ungkap Paras.

Dok. tabloidbintang.com
Dok. tabloidbintang.com

Sejak pertama kali menyemplung, El enggak menangis. Si kecil malah enjoy berada di air. “Dia happy banget. Sama air enggak takut,” ujar Paras. Ternyata memperkenalkan aktivitas renang pada anak sejak usia dini sangat bermanfaat. Belajar renang sejak usia bayi, membantu melatih tumbuh kembang motorik anak.

“Saat anak berada di air, mereka lebih bisa eksplor. Melatih gerakan merangkaknya jadi lebih bagus, melatih gerakan refleks dia, sekaligus memperkuat bonding (ikatan) sama ayah dan ibunya. Selain itu, melatih anak jadi berani juga. Enggak cengeng. Ada kan, anak yang kalau mau mandi saja, sedikit-sedikit nangis. Nah, ikut les renang ini, bikin anak jadi No Drama, juga,” papar Paras Kharisma. Sekarang El sudah berusia 9 bulan, dan masih aktif ikut kursus renang. Wah, berarti sekarang El sudah sehebat apa, ya, Mom?  Mau tahu lebih banyak soal edukasi dini untuk si kecil? Ikuti tips-tips Paras di Instagramya @paraskharisma.

 

Komentar