aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Hal yang Perlu Diterapkan Orang Tua saat Balitanya Mulai Mengenal Gadget

Friday, 20 December 2019 23:00:30 WIB | Rizki Adis Abeba
3 Hal yang Perlu Diterapkan Orang Tua saat Balitanya Mulai Mengenal Gadget
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Akademi Pediatri Amerika melarang bayi berusia di bawah 18 bulan untuk bersentuhan dengan gadget atau gawai. Sementara WHO memberikan batasan yang lebih ketat, yakni bayi berusia di bawah 24 bulan tidak boleh bersentuhan dengan gawai sama sekali.

Kendatipun anak sudah berusia 24 bulan atau lebih, penggunaan gawai tetap harus sangat dibatasi dan di bawah pengawasan orang tua atau pengasuh. Bagaimana aturan bermain gawai pada anak balita? 

Perlu dipahami bahwa bayi masih sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan oleh orang tua atau pengasuh dalam bersentuhan dengan gawai agar mereka tidak terpapar konten-konten yang tidak sesuai usia dan tidak mudah kecanduan gawai.

Untuk itu, situs KidsHealth memberikan tiga kiat yang perlu diterapkan orang tua ketika balitanya mulai berkenalan dengan gawai, sebagai berikut:

1.    Temani anak selama mereka bermain gawai dan tetaplah berinteraksi dengan mereka. Pilihlah aplikasi atau video yang mengandung unsur edukasi misalnya aplikasi mengenal warna dan bentuk atau tontonan sesuai usia anak. Ajak anak berdiskusi mengenai apa yang mereka lihat di gawai dan jangan biarkan mereka sibuk sendiri.

2.    Terapkan batasan mengenai durasi dan waktu pemakaian gawai, tentukan aplikasi, permainanm, dan vido apa saja yang boleh ditonton anak. Tentunya, Anda harus memastikan bahwa ponsel Anda sudah menggunakan pengaturan terbatas sehingga tidak ada konten-konten yang tidak sesuai usia anak yang muncul.

3.    Buat lebih banyak jadwal bermain permainan non-gawai agar anak tidak cepat merasa bosan dan kembali tertuju pada gawai. Sangat disarankan agar Anda sering mengajak anak melakukan permainan yang tidak terstruktur seperti bermain masak-masakan, rumah-rumahan, atau mobil-mobilan untuk membangun kreativitas dan daya imajinasi anak.

(riz)

Komentar