aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Tak Perlu Mengkhawatirkan Sifat Pemalu Anak, jika...

Saturday, 14 December 2019 16:00:57 WIB | Rizki Adis Abeba
Tak Perlu Mengkhawatirkan Sifat Pemalu Anak, jika...
Tak perlu khawatir sifat pemalu pada anak (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Banyak orang tua menganggap sifat pemalu pada anak adalah sebuah kekurangan. Padahal, Eileen Kennedy Moore Ph.D., psikolog anak asal New Jersey, AS, yang juga penulis buku Growing Friendship: A Kids Guide to Making and Keeping Friends, mengingatkan pada orang tua, sifat malu pada anak bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan sebagai sebuah masalah.

“Ada banyak cara untuk bersosialisasi,” ungkap Eileen Kennedy Moore. “Tidak semua orang harus menjadi ekstrover yang selalu menghidupkan suasana pesta. Pasti ada ruang di dunia untuk berinteraksi dengan cara yang lebih tenang,” lanjut Eileen Kennedy Moore.

Yang juga ditekankan oleh Eileen Kennedy Moore, orang tua ataupun pengasuh anak seringkali melabeli anak, misalnya dengan terus mengatakan, “Anak saya memang pemalu”, atau, “Dia memang lama ‘panas’ nya”. Dengan memberikan label sifat tertentu pada anak, hal itu akan terekam oleh anak dan menjadi dasar bagi anak untuk menentukan jati dirinya.

“Anda tidak perlu memberikan label pada anak karena kelak mereka akan berpikir bahwa, ‘Tidak ada yang bisa mengubah hal itu, saya ditakdirkan untuk sifat ini selamanya, dan inilah yang harus saya lakukan dan mereka harapkan pada diri saya’,” kata Eileen Kennedy Moore.

Faktanya, Eileen Kennedy Moore menjelaskan bahwa anak yang pemalu bisa dikategorikan dalam dua kelompok. Pertama, kelompok anak yang lebih suka mengisolasi diri serta tidak mau bergaul. Kedua, mereka yang tetap terlibat dengan teman-teman sebayanya namun memilih untuk menjadi pasif. Kelompok kedua ini cenderung baik-baik saja secara sosial. “Ketika mereka ikut tertawa dan bersenang-senang ketika teman-temannya bersenang-senang dengan mereka, itu sama sekali tidak apa-apa,” terang Eileen Kennedy Moore.

Ketika anak lebih suka menyendiri daripada berada di keramaian, itu pun masih bisa dikatakan wajar, “Pertanyaannya adalah, bisakah anak berinteraksi dengan teman-temannya ketika ia menginginkan?” tanya Eileen Kennedy Moore. Sebab ketika anak memang lebih nyaman di tempat sepi ketimbang keramaian namun masih tetap mempunyai rasa percaya diri dan kemampuan sosial ketika dibutuhkan, berarti mereka masih dalam tahap perkembangan yang sehat.

(riz)

Komentar