aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Moms, Tak Perlu Khawatir jika Anak Sesekali Menolak Makan Sayuran

Thursday, 5 December 2019 14:30:34 WIB | Rizki Adis Abeba
Moms, Tak Perlu Khawatir jika Anak Sesekali Menolak Makan Sayuran
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Membuat dan memilih menu makanan untuk si Kecil terkadang menjadi urusan yang membuat pusing para ibu. Apalagi jika sang anak termasuk dalam kategori picky eater atau pemilih makanan. Bagaimana jika anak saya hanya mau makan sayuran sesekali saja?

Melanie Potock, MA, dokter spesialis makanan anak asal Colorado, AS, yang juga penulis buku resep untuk anak Adventures in Veggieland, menjelaskan bahwa ibu tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk memasukkan sayuran di setiap menu makan anak.

Kebanyakan ibu berusaha memasukkan semua nutrisi yang dibutuhkan anak, mulai karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak tak jenuh dalam satu waktu makan. Namun Melanie Potock mengatakan bahwa diet seimbang untuk anak tidak harus diberikan dalam satu waktu sekaligus. Orang tua hanya perlu memantau apa saja yang dimakan anak dalam 24 jam. Jika anak sudah mengonsumsi sayuran di pagi hari, maka tidak masalah jika di siang hari mereka memilih makan tanpa sayuran.

“Ini tentang keberagaman! Yang harus diperhatikan adalah memberikan sedikit-sedikit dari setiap kelompok makanan dalam sehari, bukan satu waktu makan,” kata Melanie Potock.

Begitu pula dengan sayuran, yang kerap menjadi musuh bagi anak. Agar anak tidak merasa bosan atau muak karena merasa terus-terusan dijejali sayuran, Melanie Potock membuat pla yang disebutnya “Aturan Bola Tenis”.

“Untuk sayuran, gunakan aturan bola tenis. Anak usia prasekolah membutuhkan sayuran sebesar ukuran setengah bola tennis setiap hari. Sedangkan anak-anak usia sekolah dasar membutuhkan sayuran sebesar ukurang bola tenis dalam sehari,” urai Melanie Potock.

Jika anak-anak Anda menolak untuk makan sayuran mereka atau hanya makan satu gigitan sebelum melemparkannya ke lantai, Melanie Potock mengatakan tidak perlu khawatir, selama itu bukan sikap yang konsisten.

“Kuncinya adalah menawarkannya, dan tidak menghitung gigitannya,” kata Melanie Potock. Ia juga mengatakan bahwa selera makan anak balita kerap berubah-rubah. “Beberapa hari anak-anak prasekolah makan seperti kuda, dan di hari lain mereka hampir tidak makan sama sekali. Selama tidak ada pola konsisten dari asupan yang buruk, ketika mereka akhirnya mau memakan makanan sehat yang Anda berikan, tidak ada masalah,” lanjutnya.

(riz)

Komentar