aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ajak Anak Bersahabat dengan Buah dan Sayur Lewat Permainan 

Thursday, 5 December 2019 13:30:40 WIB | Rizki Adis Abeba
Ajak Anak Bersahabat dengan Buah dan Sayur Lewat Permainan 
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Salah satu cara untuk memperkenalkan anak kepada hal-hal yang asing bagi mereka adalah lewat pendekatan permainan. Termasuk pula ketika Anda ingin memperkenalkan mereka pada sayur dan buah. Dengan bermain, anak tidak lagi menganggap sayur dan buah sebagai musuh, namun bisa jadi sahabat kesukaan mereka.

Hal ini juga diungkapkan oleh Melanie Potock, MA, dokter spesialis makanan anak asal Colorado, AS, yang juga penulis buku resep ramah anak, Adventures in Veggieland. “Cara favorit saya untuk membantu anak berteman dengan buah dan sayur adalah dengan menggunakan mereka pada kegiatan belajar membaca, matematika, dan bahasa,” Melanie Potock memberikan ide.

Anda bisa menggunakan potongan wortel untuk membentuk angka dan huruf, belajar berhitung dengan kacang kedelai, atau menyeleksi warna dengan menggunakan potongan paprika aneka warna.

Menurut Melanie Potock, menggunakan sayur dan buah sebagai sarana permainan bisa membentuk dasar hubungan yang baik antara anak dengan makanan sehat.

“Ketika anak terikat dengan permainan menggunakan makanan bersama keluarganya, mereka akan merasakan kegembiraan dalam kegiatan tersebut dengan tujuan anak akan semakin akrab dan mau memasukkan mereka dalam menu makanannya,” jelas Melanie Potock.

Jika Anda sudah mencoba segala cara namun anak Anda tetap menolak makan makanan sehat, Melanie Potock menyarankan agar Anda meminta bantuan profesional.

“Jika waktu makan justru membuat Anda dan anak stress, itu saatnya Anda mencari dokter spesialis anak. Jangan menunggu sampai berat badan anak terus menurun dan berada di bawah kurva pertumbuhan,” Melanie Potock memperingatkan. 

“Sebagian besar kasus yang saya tangani dalam terapi memberi makan anak adalah mereka yang merupakan anak-anak pemilih makanan dan tidak pernah tumbuh di atas kurva berat badan,” tandas Melanie Potock.

(riz)

Komentar