aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Sentuhan Fisik Orang Tua Ciptakan Rasa Aman pada Anak

Wednesday, 27 November 2019 01:00:23 WIB | Agestia Jatilarasati
Sentuhan Fisik Orang Tua Ciptakan Rasa Aman pada Anak
Memeluk, mengusap, atau mencium membuat si kecil merasa bahagia. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Buku The 5 Love Languages of Children (Lima Bahasa Cinta Anak) yang ditulis Gary Chapman, PhD dan Ross Campbell, MD menjabarkan lima cara mengekspresikan cinta yang bisa dimengerti anak. Kelima cara itu yakni, sentuhan fisik, kata-kata yang menyiratkan dukungan, kebersamaan, memberi hadiah, dan pelayanan. Sentuhan fisik berada di urutan pertama. Ia disebut bahasa kasih yang tak terucap namun dapat dirasakan.

Memengaruhi Tingkat Konsentrasi Anak

Ada sebagian orang tua yang menganggap bahwa memberi fasilitas melimpah dan hadiah saja sudah cukup. Fasilitas dan hadiah diberikan sebagai penghargaan saat anak-anak melakukan sesuatu yang baik. Sebenarnya mengekspresikan rasa bangga dan sayang kepada anak tidak harus dengan hadiah. Memeluk, mengusap, dan mencium misalnya, bisa membuat si kecil bahagia. Lewat pelukan dan ciuman, anak merasa dicintai dan disayangi.

Psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi mengatakan, sentuhan fisik orang tua kepada anak telah berlangsung sejak anak lahir ke dunia. “Ketika bayi menangis, apa yang orang tua lakukan? Secara naluri orang tua menggendong anak mereka atau sekadar mengusap untuk menenangkannya. Itulah bahasa kasih sayang pertama yang didapatkan dan dimengerti anak,” terang Ayoe, pekan lalu.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Selanjutnya, sentuhan fisik orang tua tidak hanya dimaknai sebagai tanda kasih. Sentuhan fisik seperti memeluk, menciptakan efek nyaman sehingga otak si kecil memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini menciptakan efek tenang, aman, nyaman, dan bahagia. Semakin besar kasih yang dirasakan, jumlah hormon oksitosin yang keluar semakin banyak.

“Kita bisa melihat situasi belajar mengajar di SD, TK, atau kelompok bermain. Belakangan banyak institusi pendidikan mengutamakan perasaan nyaman dan bahagia para muridnya. Sistem belajar mengajar yang mereka terapkan adalah bermain sambil belajar. Hal itu karena perasaan nyaman, tenang, dan bahagia yang dirasakan anak berpengaruh pada tingkat konsentrasi. Hasilnya, anak menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi segala situasi,” papar Ayoe kepada Bintang.

Sentuhan Lembut dan Sedikit Keras

Sentuhan fisik orang tua kepada anak, kata Ayoe, sebaiknya dilakukan dalam dua versi yakni sentuhan lembut dan sedikit keras. Biasanya, sentuhan lembut seperti memeluk atau mengusap dilakukan oleh ibu. Sedangkan sentuhan yang sedikit keras seperti menepuk pundak atau tos akan dilakukan ayah. Dua jenis sentuhan ini sama pentingnya.

Ayoe menjelaskan, penting bagi anak untuk tumbuh dengan berbagai macam stimulus atau ransangan. Salah satu jenis rangsangan itu, sentuhan yang beragam. Jika kelebihan ransangan, maka anak menjadi hipersensitif (terlalu peka). Jika anak kekurangan rangsangan, mereka menjadi kurang peka dalam merespons apa yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Misalnya, ada anak hipersensitif yang takut ketinggian. Bisa jadi karena ia kurang mendapat sentuhan yang sedikit keras seperti digendong atau diayun. Atau ada anak yang bertindak kasar kepada adiknya. Bisa jadi karena ia tidak atau jarang mendapat sentuhan lembut sehingga ia tidak mengerti bahasa tubuh seperti apa yang harus diterapkan kepada adik,” Ayoe memberi contoh. Lalu kapan sebaiknya kita memberi sentuhan kepada anak?

Sentuhan itu bisa dilakukan kapan saja ketika orang tua ingin mengekspresikan kasih sayang kepada anak. Misalnya ketika anak telah melakukan hal yang baik, orang tua bisa memberi pelukan, tos, atau usapan di kepala. Ketika anak kecewa karena mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari teman sekolah, pelukan orang tua akan membuatnya merasa aman dan baik-baik saja. Pelukan itu mampu mereduksi kadar kesedihan buah hati Anda.

Di ujung percakapan, Ayoe mengingatkan bahwa beda usia, beda perlakuan. Sentuhan fisik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan usia buah hati Anda. Beranjak remaja, biasanya anak-anak malu dipeluk atau dicium orang tua, dihadapan teman-teman sebaya. “Karena itu, memeluk atau mencium bisa dialihkan menjadi menepuk pundak, misalnya. Anak akan mengerti bahwa Anda sebagai orang tua terus menyayangi sekaligus mengerti keadaan mereka,” Ayoe mengakhiri perbincangan. 

Komentar