aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

3 Cara Memberikan Pemahaman Soal Bahaya Rokok pada Anak (Bag.2)

Thursday, 7 November 2019 16:00:26 WIB | Rizki Adis Abeba
3 Cara Memberikan Pemahaman Soal Bahaya Rokok pada Anak (Bag.2)
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Pada 2012 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menemukan bahwa 7 persen siswa SMP dan 23 persen siswa SMA aktif menggunakan produk tembakau. Sejak 2018, vape menjadi produk pengganti rokok yang semakin populer tidak hanya di kalangan dewasa, namun merambah ke remaja dan anak-anak. Lantas bagaimana cara memberikan pemahaman tentang bahaya merokok dan vape untuk anak?

Jabarkan Efek Negatif Jangka Pendek 

Ketika berbicara tentang efek negatif merokok kepada orang dewasa, kita perlu memberi gambaran efek jangka panjang rokok bagi kesehatan. Tetapi ketika menghadapi remaja, yang tidak berpikir jangka panjang, sebaiknya Anda langsung menjabarkan tentang efek langsung dari merokok atau menggunakan produk nikotin dan tembakau lainnya.

“Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya dapat mengakibatkan penurunan kebugaran fisik, peningkatan risiko penyakit jantung, kebersihan mulut yang buruk, dan masalah kulit seperti perubahan warna, kerutan dini, dan kerusakan kulit,” jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

“Jangka panjang, efek dari merokok remaja bisa lebih dahsyat. Sifat otak mereka yang berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap kecanduan nikotin, dan terus menggunakan produk-produk nikotin dapat menyebabkan emfisema, penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan kanker paru-paru. Nikotin juga dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku remaja,” imbuhnya.

Peringatkan bahwa anak mempunyai masa depan yang panjang dan penuh pengharapan. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan untuk meraih cita-cita hanya karena tubuh mereka digerogoti racun dari rokok.

Bicarakan Secara Santai dan Terbuka

Kita paham bahwa orang tua tidak ingin terkesan jahat atau terlihat "tidak keren" karena melarang anak mereka merokok. Tapi ini adalah prinsip yang harus diutarakan dengan tetap tenang, dan memberikan kemungkinan obrolan secara terbuka setiap saat agar anak relaks saat membicarakan masalah ini.

Apalagi, remaja rentan terhadap tekanan teman sebaya, dan dalam banyak kasus memiliki kontrol diri yang buruk dan atau keterampilan membuat keputusan yang lemah. Dan dalam banyak kasus, yang dibutuhkan hanyalah satu isapan rokok atau vape agar mereka ketagihan.

(riz/ari)

Komentar