aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Membangun Ikatan Batin dengan Anak Sesuai Tahapan Usia (Bagian 2)

Monday, 21 October 2019 13:00:14 WIB | Rizki Adis Abeba
Membangun Ikatan Batin dengan Anak Sesuai Tahapan Usia (Bagian 2)
Butuh konsistensi yang harus dilakukan bertahun-tahun untuk membuat ikatan batin yang positif dengan anak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Membangun ikatan batin dengan anak bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam waktu semalaman. Butuh konsistensi yang harus dilakukan bertahun-tahun untuk membuat ikatan batin yang positif dengan anak.

Memahami masalah dari sudut pandang anak dan membuka jalur komunikasi dua arah menjadi hal yang penting untuk dilakukan dalam membangun ikatan batin ornag tua dan anak. Namun seiring perkembangan anak terkadang anak mengalami perubahan sikap yang dipengaruhi oleh kematangan usia dan pengaruh lingkungan mereka. Untuk itu, orang tua perlu menyesuaikan diri.

Membangun ikatan batin dengan anak pun harus disesuaikan dengan usia anak. Bagaimana saja tahapannya dan apa yang harus dilakukan?

(Depositphotos)
(Depositphotos)

TK Hingga Kelas 3 SD: Bermain dan Membaca Buku Bersama

Begitu anak-anak mulai sekolah, mereka mengembangkan fungsi kognitif yang lebih besar dan lebih banyak kemampuan fisik yang bisa dilakukan. Bangunlah ikatan dengan mereka lewat aktivitas yang memungkinkan mereka menunjukkan penguasaan keterampilan baru, seperti memanggang, bermain sepeda, berlari di taman dan, tentu saja, membaca.

Lauren Mosback, terapis dan konselor psikologi berlisensi anak dan dewasa asal Pennsylvania, AS, menekankan pentingnya membacakan buku untuk anak yang mengandung nilai-nilai kebaikan, persahabatan, kepercayaan diri, keluarga, dan mengidentifikasi serta mengeskpresikan perasaan. “Hal ini akan membantu anak mengembangkan dan memahami hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekelilingnya dan menciptakan ikatan batin orang tua dan anak yang sehat pula,” jelas Lauren Mosback.

Kelas 4-5 SD

Pada usia ini, anak-anak mulai mengembangkan rasa kemandirian dan otonomi yang lebih besar. Mereka mulai bereksperimen dengan hobi baru, seperti pelajaran musik atau olahraga, dan orang tua harus mengikuti jejak mereka. Munculkan permainan atau ajak anak Anda ke acara-acara sesuai minat mereka, seperti konser musik atau pertandingan olah raga, atau apapun yang sesuai dengan kegemaran mereka.

Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk mulai membiasakan percakapan-percakapan yang sulit untuk mengantisipasi tahun-tahun praremaja dan remaja. "Karena masa SMP dan usia dewasa awal sudah di depan mata, ada baiknya untuk mulai mempersiapkan masa-masa ini melalui obrolan-obrolan mengenai tentang yang sudah menunggu Anda," kata Forrest Talley. Obrolan ini termasuk juga topik-topik seputar remaja seperti soal pertemanan, ketertarikan terhadap lawan jenis, hingga pendidikan seksual dasar.

(riz)

Komentar