aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Anak Berbeda Sikap di Sekolah dan Rumah, Apa Penyebabnya?

Sunday, 13 October 2019 02:00:23 WIB | Yuriantin
Anak Berbeda Sikap di Sekolah dan Rumah, Apa Penyebabnya?
Orang tua wajib menjaga komunikasi dengan guru di sekolah. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Perilaku anak yang baru masuk sekolah kerap berubah-ubah. Inilah salah satu keluhan orang tua saat si kecil mulai sekolah. Ada yang mengeluhkan anak mereka berperilaku baik di sekolah, namun nakal di rumah. Sebaliknya, ada anak yang berperilaku manis hanya di rumah saja. Normalkah bila anak punya perilaku yang berbeda seperti ini?

Psikolog anak sekaligus penulis buku Your Pre-Schooler Bible, Dr Richard C. Woolfson, menerangkan perilaku semacam ini umum dialami para balita. “Balita mampu membedakan berbagai batasan dan kemungkinan dalam banyak situasi. Kadang-kadang mereka mengeksploitasi perbedaan antara situasi satu dengan yang lain semaksimal mungkin,” Richard mengulas.

Sementara psikolog pendidikan, Michele Borba, Ed.D, menyoroti perilaku anak yang justru dianggap nakal ketika berada di rumah. “Anak-anak bertindak sesuka mereka karena percaya bahwa orang tua akan tetap menyayangi mereka apa pun yang terjadi,” terang penulis buku The Big Book of Parenting Solutions ini. Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi situasi ini?

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Bila Anak Berulah di Rumah

Sama halnya dengan sekolah, orang tua wajib menetapkan peraturan dan konsekuensi yang jelas di rumah. Diskusikan dengan guru tentang peraturan dan konsekuensi apa saja yang diterapkan di sekolah. Adaptasi peraturan di sekolah itu untuk membuat peraturan di rumah. Tujuannya agar anak tak kewalahan dengan banyaknya aturan yang mesti ia ketahui serta supaya peraturan yang ada di rumah maupun sekolah tidak bertolak belakang.

Ajak kakak atau adik untuk tunduk dalam peraturan ini. “Manfaatkan mentalitas kelompok seperti yang diterapkan di sekolah. Contohnya, anak mungkin tidak ingin makan siang ketika waktunya tiba, namun jika semua orang memutuskan makan siang akhirnya ia akan ikut makan," papar psikolog anak, Tovah Klein, Ph.D. dari Barnard College Center for Toddler Development, Amerika Serikat.

Langkah selanjutnya, mengajak guru terlibat dalam memantau perilaku anak. Informasikan kepada guru tentang perkembangan perilaku anak di rumah. Hal ini akan membantu menyatukan dunia sekolah dan rumah. Anak yang dekat dengan guru akan senang jika diberi pujian. Hasilnya, anak akan berperilaku lebih baik ketika berada di rumah.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Bila Anak Bandel di Sekolah

Sebaliknya, orang tua juga harus menyiapkan sejumlah jurus jika anak bertingkah di sekolah. Mulailah dengan memberi pengertian pada anak. Dengarkan penjelasan anak terlebih dulu ketika Anda mendapat keluhan tentang sikapnya. Biasanya anak akan memberikan penjelasan yang dianggapnya logis dan mungkin beralasan hanya bertindak sama seperti orang lain. Ingatkan anak bahwa Anda menginginkan ia bersikap sama baiknya di sekolah atau rumah.

“Terangkan pada anak bahwa mereka bertanggung jawab terhadap perilaku mereka. Pada usia ini, anak sebenarnya sudah cukup mengerti bahwa perilaku yang baik harus diterapkan di mana saja mereka berada,” Richard membeberkan.

Pertimbangkan pula faktor eksternal di balik sikap anak. Misalnya, sikap anak yang tiba-tiba berubah di sekolah karena meniru orang di sekelilingnya baik teman sebaya maupun orang dewasa yang berada di sekolah. Jika ini penyebabnya, Anda bisa memindahkan anak pada kelompok teman sebaya yang berbeda. Diskusikan hal ini pada guru di sekolah sebelum bertindak. Komunikasi dengan guru di sekolah juga penting agar anak tahu Anda memperhatikan sikapnya di luar rumah.

“Penting bagi anak menyadari bahwa orang tuanya mendapat laporan tentang sikapnya selama berada di sekolah. Anak akan cenderung tidak berbuat sesukanya jika ia tahu orang tuanya mengawasi,” Richard mengakhiri perbincangan.

Komentar