aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ibu Cenderung Curhat pada Bayi Laki-laki Saat Bermasalah dengan Suami, Normal?

Monday, 9 September 2019 20:00:42 WIB | Rizki Adis Abeba
Ibu Cenderung Curhat pada Bayi Laki-laki Saat Bermasalah dengan Suami, Normal?
Ilustrasi ibu dan bayi (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ketika berselisih atau tidak sependapat dengan suami, pernahkah Anda mencurahkan isi hati pada anak yang masih bayi? Meski tahu bayi Anda tidak memahami apa yang Anda katakan, namun seperti ada kelegaan tersendiri setelah ibu menuangkan unek-unek pada si kecil. Jika Anda pernah atau bahkan sering cuhrat pada bayi, tenang, Anda tidak sendiri!

Menurut studi yang dilakukan di Universitas Cambridge di Inggris, ketika seorang perempuan mengalami ketidakpuasan terhadap partnernya, mereka cenderung mengungkapkan perasaan ke bayi laki-lakinya. Para peneliti dari Pusat Penelitian Keluarga di Univesitas Cambridge meneliti 93 pasangan orang tua dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan bayinya. Para peneliti menemukan bahwa semakin ibu merasa tidak puas dengan pasangannya, semakin sering mereka mengajak bayinya mengobrol.

Para ibu yang menilai kualitas hubungannya dengan sang suami masuk dalam kategori rendah mengucapkan sekitar 35 persen lebih banyak kata-kata kepada bayinya daripada para ibu yang merasa kualitas hubungannya dengan sang suami masuk dalam kategori sedang.

“Mungkin saja sang ibu berusaha untuk mengimbangi hubungan buruk yang dia miliki dengan pasangannya dengan menempatkan lebih banyak waktu dan upaya dalam hubungannya dengan partner sosial laki-lakinya yang lain, yaitu putranya,” kata Dr. Elian Fink yang memimpin penelitian ini.

Menariknya, para ibu cenderung lebih suka curhat dengan bayi laki-laki ketimbang bayi perempuan saat mengalami konflik dengan pasangan. Alasannya, bayi laki-laki dinilai bisa menjadi sosok representatif laki-laki yang mampu memahami perasaan ibu. Sedangkan bayi perempuan dianggap sebagai versi mini dari si ibu.

“Yang sangat menarik adalah bahwa para ibu tampaknya hanya melakukan hal itu (mengobrol dengan bayi) ketika mereka memiliki anak laki-laki, bukan perempuan. Bisa jadi para ibu memandang anak perempuan mereka sebagai versi mini dari diri mereka sendiri daripada versi pasangan mereka,” tambah Dr. Elian Fink.

(riz/ray)

Komentar