aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Studi: Mayoritas Orang Tua Tak Pernah Periksa Gawai Anak

Monday, 5 August 2019 23:59:23 WIB | Rizki Adis Abeba
Studi: Mayoritas Orang Tua Tak Pernah Periksa Gawai Anak
Mayoritas orang tua masih belum benar-benar menyadari pentingnya kontrol orang tua terhadap penggunaan gawai dan media sosial oleh anak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Anggapan yang mengatakan bahwa anak zaman sekarang tidak bisa dipisahkan dari penggunaan gawai dan perangkat teknologi ada benarnya. Bagaimanapun juga perangkat elektronik dan media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat modern, termasuk anak-anak. Namun seberapa besar tingkat kesadaran orang tua untuk melakukan kontrol terhadap penggunaan gawai dan media sosial anak?

RS Components, perusahaan komponen listrik dan elektronik global di Inggris melakukan studi terhadap seribu orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 16 tahun untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesadaran orang tua untuk memegang kendali dan mengawasi penggunaan gawai dan media sosial oleh anak berusia di bawah 16 tahun.

Dalam studi yang dilakukan pada tahun 2019 ini juga ditemukan bahwa mayoritas anak berusia di bawah 16 tahun mengaku mulai menggunakan benda-benda berteknologi seperti gim konsol, tablet, dan PC komputer (secara berbagi) mulai usia enam hingga delapan tahun.

(Depositphotos)
(Depositphotos)

Di usia sebelas hingga dua belas tahun, orang tua mulai memperbolehkan mereka memainkan ponsel dan menggunakan komputer secara pribadi. Sedangkan penggunaan teknologi lain seperti virtual reality (VR) dan jam tangan cerdas mulai diizinkan sejak anak berusia tiga belas hingga empat belas tahun.

Sayangnya, dalam penelitian ditemukan bahwa hanya kurang dari sepertiga orang tua yang benar-benar mengakses perangkat elektronik anak. Tujuh persen orang tua mengatakan mereka harus memeriksa dan mengakses perangkat elekrtonik anak namun tidak pernah dilakukan. Dan mayoritas orang tua, sebanyak 61 persen, mengaku tidak pernah memeriksa perangkat elektronik anak dan tidak pernah berniat melakukannya.

Sangat disayangkan jika orang tua merasa khawatir namun tidak dibarengi dengan melakukan kontrol terhadap penggunaan gawai dan media sosial anak demi menjaga keamanan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas orang tua masih belum benar-benar menyadari pentingnya kontrol orang tua terhadap penggunaan gawai dan media sosial oleh anak.

(riz)

Komentar