aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Solusi Meredakan Kebiasaan Anak yang Suka Bergosip

Tuesday, 23 July 2019 23:59:52 WIB | Yuriantin
Solusi Meredakan Kebiasaan Anak yang Suka Bergosip
Kebiasaan anak bergosip bisa dihentikan dengan mengajarkan anak untuk empati. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Sebagai orang tua, kebiasaan anak bergosip bisa Anda hentikan. Langkah pertama, ajarkan anak untuk berempati. Ajak anak mengenali pembicaraan yang negatif dan ingatkan mereka pembicaraan ini bisa menyakiti orang lain.

Biarkan anak merasakan apa yang orang lain rasakan dengan cara bermain peran. Mainkan beberapa skenario seolah anak menjadi korban gosip. Setelahnya, diskusikan dengan anak apa yang ia rasakan jika menjadi korban gosip.

Terangkan pada anak jika kebiasaan bergosip mungkin membuat anak populer seperti yang disimpulkan dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas Alabama, Amerika. Penelitian yang dilakukan profesor departemen psikologi, Kristina L McDonald menyebutkan anak yang hobi bergosip pada rentang usia ini memang lebih disukai teman-temannya.

Namun kebiasaan ini tidak menutup kemungkinan anak menjadi korban. Alihkan perhatian anak ketika bergosip dengan memilih kegiatan positif lain.

"Membantu anak memilih kegiatan menghibur lainnya adalah cara alami untuk menghindari kebiasaan bergosip," ucap Kristina.

Langkah selanjutnya adalah mengajak anak memilah topik yang dibicarakan bersama temannya. Umumnya, anak tidak merasa sedang bergosip jika ia merasa yang dikatakannya benar. Misalnya, soal temannya yang dihukum karena berbuat salah.

Kendati sulit bagi anak menghindari topik pembicaraan yang memang terjadi, Anda bisa memberi batasan. Beri pengertian pada anak bahwa ada topik yang sensitif seperti masalah keluarga.

Ada pula topik yang bisa menimbulkan rasa malu, contohnya nilai jelek atau teman yang mengalami insiden di sekolah. Terakhir, ajarkan anak untuk tidak menduga-duga penyebab suatu hal. Misalnya mengira bahwa anak yang dipanggil oleh guru berarti telah melakukan kesalahan.

(yuri/ari)

Komentar