aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ketika Kakek Nenek Memanjakan Cucu dengan Gawai, Apa Yang Harus Dilakukan?

Tuesday, 16 July 2019 12:00:54 WIB | Rizki Adis Abeba
Ketika Kakek Nenek Memanjakan Cucu dengan Gawai, Apa Yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi (Depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Akademi Pediatri Amerika (AAP) telah mengeluarkan rekomendasi untuk anak berusia dua hingga lima tahun hanya diperbolehkan bermain gawai satu jam per hari dengan program berkualitas untuk anak.

Namun ketika aturan ini dilanggar ketika anak sedang bersama kakek dan neneknya, apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua?

Dafna Lemish, profesor jurnalistik dan studi media sekaligus dekan program Komunikasi dan Informasi di Universitas Rutgers, yang melakukan penelitian mengenai kecenderungan kakek dan nenek memberikan kelonggaran bermain gawai bagi cucu, mengatakan ini semua tentang berkomunikasi.

Komunikasikan kepada orang tua Anda, atau kakek-nenek dari anak-anak Anda mengenai aturan dan norma-norma di dalam keluarga Anda dan jelaskan mengapa penting untuk membatasi waktu bermain gawai anak.

“Orang tua harus menjelaskan bahwa Anda melihat pembatasan waktu bermain gawai sebagai aturan penting bagi anak dan Anda ingin menggunakan gawai dengan memaksimalkan pengaruh positif dan meminimalisir dampak negatifnya. Orang tua juga harus memberikan penjelasan secara spesifik kapan dan seberapa lama waktu bermain gawai yang diperbolehkan untuk anak, termasuk konten apa saja yang boleh digunakan anak dan jelaskan pula program, aplikasi, situs web, dan permainan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimainkan anak,” urai Dafna Lemish.

Untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai, Dafna Lemish juga memberikan beberapa saran alternatif kegiatan yang bisa dilakukan kakek nenek dengan cucu-cucunya.

“Meski ini bukan bagian dari penelitiannya sendiri, kami tahu dari peneliti lain bahwa berinteraksi dengan anak seperti bermain, membaca, membuat karja seni, dan kegiatan luar ruangan adalah kegiatan-kegiatan yang dapat memperkaya kehidupan anak dan berkontribusi untuk kesehatan perkembangan mereka,” saran Dafna Lemish.

Ilustrasi (Depositphotos.com)
Ilustrasi (Depositphotos.com)

Tentu saja, bermain gawai bukannya sama sekali tidak diperbolehkan. Karena bagaimana pun anak-anak generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh sebagai pengguna teknologi. Dan tak dipungkiri terkadang kakek nenek pun perlu beristirahat dan tidak bisa terus mengimbangi energi cucu yang luar baisa aktif. Terkadang, waktu istirahat itu baru bisa didapatkan ketika para cucu asyik bermain gawai.

“Menggunakan gawai dalam jumlah yang layak dan konten yang sesuai umur juga akan sangat bernilai bagi anak. Ini juga sangat membantu kakek nenek agar bisa beristirahat sejenak,” pungkas Dafna Lemish.

(riz / gur)

Komentar