aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Kakek Nenek Lebih Longgar Dalam Aturan Bermain Gawai untuk Cucu, Ini Penyebabnya

Tuesday, 16 July 2019 11:45:14 WIB | Rizki Adis Abeba
Kakek Nenek Lebih Longgar Dalam Aturan Bermain Gawai untuk Cucu, Ini Penyebabnya
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Saat ini banyak orang tua yang sudah menyadari pentingnya mengatur dan membatasi waktu penggunaan gawai oleh anak. Masalahnya, kondisi yang kontradiktif sering kali terjadi ketika anak-anak diasuh atau sedang menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek.

Umumnya kakek dan nenek lebih longgar atau bahkan membebaskan anak-anak bermain gawai sesuka hati mereka. Pernahkah Anda berdebat dengan orang tua mengenai aturan bermain gawai untuk anak?

Studi terbaru yang dilakukan di Universitas Rutgers, New jersey, AS, membeberkan fakta, kakek nenek cenderung menghabiskan setengah waktu mereka bersama cucu dengan bermain gawai seperti tablet, ponsel, dan televisi dengan rata-rata dua jam dari empat jam waktu mereka bersama cucu.

Studi yang dimuat dalam Journal of Children an Media ini meneliti keluarga dengan anak berusia dua hingga tujuh tahun yang menghabiskan setidaknya satu malam daam seminggu bersama kakek neneknya. Menurut Dafna Lemish, profesor jurnalistik dan studi media sekaligus dekan program Komunikasi dan Informasi di Universitas Rutgers yang turut terlibat dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang menyebabkan kakek dan nenek cenderung memberikan kelonggaran bagi cucu dalam bermain gawai.

“Kakek nenek biasanya merasa tidak terlalu percaya diri dalam mengatur penggunaan gawai oleh cucu, terutama ketika mereka mengurus cucu yang lebih besar dan cucu laki-laki. Kakek nenek juga melihat peran mereka lebih berfokus pada membuat cucu merasa bahagia alih-alih mendidik atau mendisiplinkan mereka,” ungkap Dafna Lemish.

Menurut Dafna Lemish, beberapa kakek nenek yang terlibat dalam studi ini juga menyebut bahwa mereka tidak percaya diri untuk melarang penggunaan media interaktif karena kurangnya pengalaman mereka dalam menggunakan media dan aplikasi gawai.

(riz/ari)

Komentar