aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Berharap Anak Meraih Sukses? Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua (Bag. 2)

Tuesday, 25 June 2019 09:30:18 WIB | Rizki Adis Abeba
Berharap Anak Meraih Sukses? Ini 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua (Bag. 2)
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Apapun metode parenting yang diterapkan orang tua, bagaimana pun cara orang tua membimbing anak-anaknya, tujuannya pasti satu: menjadikan anak tumbuh sebagai manusia yang sukses di masa depannya. Entah metode parenting apa yang Anda anut, ada lima kebiasaan yang jika dilakukan secara konsisten bisa menjadi fondasi agar anak sukses di masa mendatang menurut studi. Apa saja?

2. Berikan Pujian yang Tepat

Ada dua cara yang biasa dilakukan orang tua dalam memuji anaknya. Pertama, memuji atas kemampuan bawaan anak. Kedua, memuji anak atas usaha yang telah mereka lakukan. Misalnya, “Bagus! Kamu sangat pintar!” atau “Bagus! Kamu sudah bekerja sangat keras dan akhirnya berhasil menemukannya!” Pujian mana yang baik untuk anak?

Ketika memuji anak, pujilah usaha mereka, bukan kemampuan bawaan yang sudah mereka miliki. Teori ini dikemukakan oleh Carol Dweck, profesor psikologi di Universitas Stanford, California, AS. Ketika Anda memuji anak karena menganggap mereka pintar, maka Anda memuji sesuatu yang sudah dimilikinya sejak lahir tanpa melakukan usaha untuk meraihnya. Sedangkan jika memuji usaha yang sudah dikerahkan anak, Anda mendorong mereka untuk terus mengembangkan daya dan upaya yang mereka miliki untuk mencapai kesuksesan pada hal apapun.

Menurut Carol Dweck, efek strategi memuji dengan tepat ini bisa terasa efeknya bahkan jika dilakukan pada anak usia satu hingga tiga tahun.

Ilustrasi (Depositphotos)
Ilustrasi (Depositphotos)

3. Ajak Mereka Bermain di Luar Rumah

Melakukan kegiatan di luar ruangan memberikan dampak besar tidak hanya bagi pertumbuhan fisik namun bagi mental anak di masa mendatang.

Bermain di luar ruangan memungkinkan anak menyaksikan atau mengalami berbagai situasi yang tidak terduga, misalnya terjatuh, menginjak jalanan becek, bersenggolan dengan anak lain, berebut sesuatu dengan orang lain, atau berinteraksi secara manis dengan anak lain.

Dengan berada di luar ruangan, anak tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan dari menghirup udara segar dan melatih gerakan otot tubuh. Namun anak belajar menghadapi berbagai cobaan dalam hidup yang mungkin mereka temui kelak ketika dewasa.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa mencatatat seberapa besar dampak yang terjadi pada anak yang kurang melakukan kegiatan di luar ruangan. Penelitian yang melibatkan 153 anak laki-laki berusia enam hingga delapan tahun tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih banyak berada di dalam rumah menunjukkan pemahaman yang rendah dalam membaca serta matematika.

“Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk (di dalam ruangan) dan sedikit waktu yang dihabiskan untuk berkegiatan fisik aktif (di luar ruangan), semakin rendah pula tingkat pemahaman dalam membaca dalam dua tahun ke depan. Hal ini juga memberikan efek negatif pada kemampuan mereka dalam mengerjakan matematika,” ungkap studi tersebut.

(riz/ari)

Komentar