aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Ajarkan Anak Mengatasi Konflik dengan Saudara Kandung Lewat 4 Langkah Ini

Thursday, 20 June 2019 23:45:38 WIB | Rizki Adis Abeba
Ajarkan Anak Mengatasi Konflik dengan Saudara Kandung Lewat 4 Langkah Ini
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Bagaimana cara mengajarkan anak mengatasi konflik dengan saudara kandung, terutama bagi pihak yang lebih muda yang kerap menjadi sasaran dominasi sang kakak?

Hildy Ross, penulis pendamping penelitian yang juga seorang profesor psikologi terkemuka dari Universitas Waterloo, Kanada, memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan orang tua agar anak mampu menyelesaikan konflik dengan efektif sebagai berikut.

1. Jelaskan Prinsip Dasarnya

Anak-anak harus terlebih dahulu memahami apapun yang Anda terapkan sebagai aturan dasar dalam menyelesaikan masalah. Misalnya, tidak boleh menyela dan menghina, juga tidak boleh berteriak dan membentak. Tugas Anda adalah membimbing, namun anak-anak yang memutuskan cara apa yang akan mereka tempuh untuk menyelesaikan masalah. 

2. Bicara Secara Bergantian dan Mendengarkan

Dalam situasi yang tidak terkendali, sangat mungkin setiap anak berteriak dan ingin dituruti keinginannya. Di sinilah Anda harus bertindak untuk menjadi wasit dan melatih empati mereka dengan belajar mendengarkan keinginan orang lain. Mintalah anak berbicara secara bergantian dan anak yang lainnya harus mendengarkan. Kendatipun tetap muncul perdebatan, mencari solusi baru bisa dilakukan jika semua orang mau mendengarkan pendapat orang lain.

3. Tawarkan Pilihan Solusi

Anak-anak mungkin belum mampu menyimpulkan solusi untuk masalah yang mereka hadapi, namun Anda bisa membantu membimbing mereka. Misalnya ketika berdebat soal acara televisi yang ingin ditonton, Anda bisa menawarkan solusi untuk menontonnya secara bergantian setiap 10 menit, atau setiap kali jeda iklan. Atau Anda bisa mencoba memancing salah satu anak agar melakukan kegiatan lain yang disukainya, misalnya menggambar atau bermain permainan balok.

Elaine Shpungin, PhD, menulis untuk Psychology Today bahwa ia menggunakan pendekatan yang sama yang ia dan keluarganya sebut Lingkaran Mikro. "Dengan melibatkan para peserta (kakak beradik) untuk saling mendengarkan dan menciptakan solusi mereka sendiri, Anda mengurangi rasa tidak berdaya yang sering kali muncul karena adanya pihak ketiga (biasanya orang tua, meskipun bertujuan baik) yang menjadi hakim dan juri dalam konflik yang mereka alami," urai Elaine Shpungin.

4. Buat Undian

Jika anak-anak masih tetap bersikeras pada pendirian masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah, tawarkan solusi rencana B, yakni dengan melakukan undian. Undian bisa dilakukan dengan dengan metode sederhana seperti melempar koin atau permainan "gunting, batu, kertas". Ini adalah cara yang adil karena sifatnya acak, tidak berpihak, dan tidak bisa diprediksi.

Seiring berjalannya waktu, dengan kesabaran dan konsistensi, saudara kandung harus mampu mengendalikan amarah dan ego mereka dan lebih banyak menoleransi dan berkolaborasi satu sama lain dengan intervensi orang tua yang semakin minim. 

(riz)
 

Komentar