aura('#content-light').lightGallery({ selector: '.item-img', download: false });

Si Kecil Bangun Malam Hari dan Sulit Tidur Lagi, 4 Hal yang Harus Dilakukan

Wednesday, 22 May 2019 21:45:11 WIB | Rizki Adis Abeba
Si Kecil Bangun Malam Hari dan Sulit Tidur Lagi, 4 Hal yang Harus Dilakukan
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Seringkali anak terbangun lalu kesulitan tidur lagi, entah mereka menangis atau mengajak Anda bermain sepanjang malam. Jika terjadi secara terus-menerus hal ini tentu akan mengganggu ritme kehidupan Anda sehari-hari. Apalagi jika Anda harus bekerja di pagi hingga sore hari. Apa yang harus dilakukan agar si kecil bisa kembali tidur nyenyak setelah terbangun tengah malam?

Jennifer Gingrasfield, spesialis tidur dari Pusat Tidur Rumah Sakit Anak Boston, AS, memberikan empat kiat untuk membuat anak tidur nyenyak sepanjang malam, atau mudah tidur kembali jika terbangun tengah malam, sebagai berikut.

1. Atur Durasi Tidur Siang

Terkadang terbangun di malam hari lalu sulit tidur lagi disebabkan karena anak sudah mendapatkan kebutuhan tidur yang cukup di waktu lain. Bantu mereka tidur nyenyak dengan mengatur jadwal tidur yang tepat. Seiring bertambahnya usia anak, maka jam tidur mereka akan semakin berkurang. Maka pastikan bahwa anak tidak tidur siang terlalu lama sehingga mereka tidak merasa lelah dan segar ketika terbangun di malam hari.

2. Telusuri Pemicunya

Pahami mengapa mereka bangun di malam hari. Apakah karena mimpi buruk, lapar, kepanasan, kedinginan, atau karena gangguan lainnya. Setelah mengetahui penyebab anak kerap terbangun di malam hari, Anda bisa melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang menjadi pengganggu. Misalnya jika anak terbangun karena mimpi buruk, usahakan agar mereka tidak melihat atau membayangkan hal-hal yang membuat mereka ketakutan sebelum tidur. Jika disebabkan karena kepanasan atau kedinginan, maka Anda bisa mengatur suhu ruangan, menggunakan sprei dan selimut, serta baju tidur yang tepat agar tidur lebih nyenyak.

3. Hindari Kebiasaan Kontraproduktif

Hindari kebiasaan kontraporoduktif seperti mengeloni anak, mengusap-usap punggung, atau memijat anak sebelum tidur. Karena kebiasaan-kebiasaan tersebut justru bisa menjadi pemicu mengapa anak kerap terbangun di malam hari. Mereka hanya bisa tidur setelah mendapatkan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan tersebut.

4. Sederhanakan Ritual Menjelang Tidur

Buatlah ritual menjelang tidur yang sederhana seperti mencuci tangan dan kaki, berdoa, mematikan lampu, mengecup kening, dan mengucapkan selamat malam. Tinggalkan anak dalam kondisi masih terjaga, sehingga mereka akan belajar untuk membuat dirinya tidur dengan sendirinya. 

(riz)

Komentar